Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Portal di Jalur Pakah – Rembes Tuban Telan Tiga Nyawa, Warga Minta Evaluasi

Andreyan (An) • Selasa, 21 Oktober 2025 | 21:10 WIB

 

Warga resah dengan keberadaan portal beton di jalur wisata Sunan Gesing, Tuban.
Warga resah dengan keberadaan portal beton di jalur wisata Sunan Gesing, Tuban.

RADARTUBAN – Portal di tengah hutan kawasan jalan Pakah–Rembes, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, kini jadi perbincangan panas.

Dibangun untuk membatasi kendaraan bermuatan berat yang melintas, justru malah menelan korban jiwa.

Sebulan, kabarnya tiga nyawa melayang setelah menabrak portal tersebut.

Beton raksasa yang berdiri tegak di tengah jalan itu memang efektif mencegah kendaraan berat melintas.

Namun, di sisi lain, keberadaannya jadi momok bagi pengendara roda dua. Terutama saat malam tiba.

Sutar, tokoh masyarakat setempat, mengaku ngeri tiap kali mendengar kabar kecelakaan di titik itu.

“Keberadaanya di tengah hutan jati. Memang pada area portal terdapat penerangan, hanya saja lokasinya yang sepi pada jalanan lurus membuat pengendara yang melintas melaju dengan kecepatan di atas rata-rata,” ujar dia.

Menurut Sutar, maksud awal pemasangan portal sebenarnya baik—untuk mendukung wisata religi Makam Sunan Gesing.

Hanya saja, dengan korban yang terus berjatuhan, evaluasi harus segera dilakukan.

“Jangan sampai menunggu korban berjatuhan baru ada evaluasi,” tegasnya.

Polemik portal ini bukan perkara baru. Sebelumnya, portal sempat dipasang di pintu masuk Jalan Pakah–Rembes.

Namun, karena dianggap mengganggu rumah warga dan truk yang nekat melintas, akhirnya portal dipindah ke tengah hutan jati.

Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban Imam Isdarmawan memastikan pemasangan portal tersebut sudah melalui kesepakatan semua pihak, mulai dari warga, polisi, hingga forkopimcam setempat.

“Setelah portal dipindahkan di titik baru, tidak ada sekat bagi kendaraan muatan berat memaksa melintas. Keberadaanya cukup efektif,” beber pejabat asal Bojonegoro itu.

Imam menjelaskan, posisi portal baru itu memang dipilih untuk menekan kerusakan rumah warga di jalur depan.

Selain itu, pemasangan juga diarahkan untuk mendukung wisata religi Sunan Gesing agar bus peziarah bisa leluasa lewat.

Menanggapi kecelakaan beruntun, Imam menyampaikan, di lokasi portal sudah dipasang lampu penerangan jalan umum (PJU).

Bahkan, tiap 100 meter sebelum titik portal terpasang rambu peringatan di dua arah.

“Rambu dan PJU sudah terpasangi, jika terjadi insiden kecelakaan patut dipertanyakan pula kondisi pengendara dan lampu penerangan pada kendaraan yang ditumpangi,” tandasnya.

Bagi warga sekitar, keberadaan portal di jalur sepi dan lurus tersebut tetap jadi ancaman.

Tak sedikit pengendara yang melaju kencang karena merasa jalan kosong, sampai akhirnya terlambat melihat portal di depan matanya.(an/ds)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#rembes #Pakah Hukum Unand #Tuban #portal #Gesing #Semanding