RADARTUBAN – Setelah Taman Sleko, GOR Rangga Jaya Anoraga, Rest Area, Alun-Alun, dan Taman Hutan Kota tuntas direvitalisasi selama satu periode kepemimpinan Bupati Aditya Halindra Faridzky, ruang publik mana lagi yang akan dibenahi Mas Bupati di periode kedua ini?
Setidaknya, masih ada dua ruang publik yang belum tersentuh perbaikan di periode pertama, yakni Taman Kapur dan kompleks Pasar Sore Tuban.
Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, kedua ruang publik tersebut sudah masuk rencana revitaliasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Tuban Agung Supriyadi membenarkan rencana revitalisasi Taman Kapur.
Semula, rencana penataan ulang taman eks pabrik kapur itu masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025.
Namun, dalam perkembangannya terkena penyesuaian dari tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) menyusul pemangkasan dana alokasi khusus (DAK) fisik dari pemerintah pusat.
‘’Jadi, belum bisa dilaksanakan tahun ini,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Berbeda dengan Taman Kapur yang sudah masuk dalam rencana revitalisasi, untuk Taman Sumur Gemuling di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo belum ada wacana revitalisasi.
Agung menyampaikan, rencana revitalisasi taman di pojok Jalan Gajah Mada-Hayam Wuruk itu akan dimasukkan dalam APBD 2026.
Namun, dengan pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) pada tahun anggaran 2026 yang semakin ugal-ugalan, rencana tersebut kembali belum dapat dipastikan.
‘’Jika memungkinkan, nanti masuk APBD 2026 bersama pembangunan RTH (ruang terbuka hijau) lainnya,’’ tandasnya.
Kepala Bidang Tata Ruang, Pertanahan dan Jasa Konstruksi DPUPRPRKP Tuban Winda Sulistyowati menambahkan, rencana revitalisasi APBD 2026 tersebut hingga saat ini belum ada kabar final dari Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Tuban.
‘’Untuk pastinya, kami masih menunggu kabar dari Bapperida,’’ tandasnya.
Sebagaimana diketahui, selain berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, kini Taman Kapur menjadi tempat penangkaran rusa sekaligus wahana rekreasi di tengah kota.
Dari yang sebelumnya hanya belasan pasang, kini beranak-pinak menjadi puluhan ekor.
Anik, salah satu warga berharap, Taman Kapur direvitalisasi menjadi mini zoo.
Kalau direalisasikan, kata dia, tentu masyarakat sangat senang karena memiliki mini zoo dengan berbagai jenis satwa.
‘’Ikonnya tetap rusa, tapi ada tambahan satwa lain. Anak-anak pasti sangat senang,’’ tuturnya.(tok)
Editor : Yudha Satria Aditama