Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Peringati Hari Santri, Bupati Tuban Mas Lindra: Santri Harus Jadi Penjaga Moral dan Peradaban Bangsa

Ahmad Atho’illah • Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:25 WIB
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky memimpin upacara Hari Santri Nasional 2025
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky memimpin upacara Hari Santri Nasional 2025

RADARTUBAN – Langit pagi di alun-alun Tuban, Rabu (22/10), tampak penuh semangat ketika ribuan santri berseragam putih-putih memadati lapangan utama.

Lantunan lagu Syubbanul Wathan menggema, membangkitkan haru dan kebanggaan.

Di atas mimbar kehormatan, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, atau akrab disapa Mas Lindra, berdiri tegak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025.

Upacara kali ini digelar dengan tema besar “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”

Seremoni dimeriahkan dengan pembacaan ikrar santri, pertunjukan pencak silat, serta penampilan kolosal MTsN 3 Tuban dan drumband MTsN 1 Tuban.

Namun puncak suasana justru hadir saat ribuan santri bersama-sama menyanyikan Syubbanul Wathan—lagu yang sejak dulu menjadi napas perjuangan santri dan simbol cinta tanah air.

Dalam amanatnya, Mas Lindra menyampaikan pesan yang menggugah kesadaran publik.

Bupati dua periode itu menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum spiritual dan kebangsaan yang harus meneguhkan kembali peran historis santri sebagai garda moral bangsa.

“Hari Santri bukan sekadar seremonial tahunan, tapi momentum spiritual, historis, dan kebangsaan yang meneguhkan kembali peran besar santri dalam perjalanan bangsa Indonesia,” ujar Mas Lindra sambil mengajak seluruh santri meneladani semangat Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.

Santri Harus Beradaptasi dengan Perkembangan Zaman

Bupati muda yang dikenal energik itu menekankan pentingnya santri masa kini untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar nilai-nilai pesantren.

Ia menilai, santri modern harus mampu menjembatani keilmuan klasik dengan kompetensi masa depan.

“Santri masa kini tidak lagi hanya dikenal sebagai penjaga surau, tapi juga penjaga moral dan peradaban bangsa. Santri harus menguasai kitab kuning sekaligus teknologi, bahasa Arab sekaligus bahasa dunia,” tegas mantan anggota DPRD Jatim itu.

Pernyataan itu menjadi sorotan tersendiri di tengah tantangan global yang makin kompleks.

Mas Lindra ingin agar para santri tidak hanya menjadi simbol religiusitas, tapi juga motor kemajuan dan inovasi bangsa.

Pemkab Tuban Berkomitmen Dukung Penguatan Pesantren

Lebih jauh, Mas Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tuban berkomitmen penuh mendukung penguatan pesantren dan pemberdayaan santri.

Politisi muda Partai Golkar itu menyebutkan, kebijakan pendidikan keagamaan, peningkatan kualitas SDM pesantren, serta penguatan karakter generasi muda akan terus menjadi prioritas daerah.

“Melalui momentum Hari Santri ini, Pemkab Tuban berkomitmen mendukung pendidikan pesantren, pemberdayaan santri, penguatan akhlak, dan karakter generasi muda menuju Tuban yang religius, berdaya saing, dan berperadaban,” tutur alumni SMA Taruna Nusantara itu.

Mas Lindra juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menunjukkan perhatian besar terhadap kesejahteraan pesantren dan masa depan santri Indonesia.

“Dalam kesempatan ini, kita juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya memperjuangkan kesejahteraan pesantren dan masa depan santri Indonesia,” ujarnya.

Penting Menjaga Tradisi Pesantren

Menutup amanatnya, Mas Lindra berpesan agar para santri terus menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga tradisi pesantren sembari berinovasi seiring perkembangan zaman.

“Rawatlah tradisi pesantren dan terus berinovasi seiring perkembangan zaman. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi dan perubahan,” pesannya dengan nada penuh keyakinan.

Peringatan Hari Santri kali ini bukan sekadar selebrasi, tapi juga refleksi. Bahwa di balik sorban dan sarung, ada generasi tangguh yang sedang memikul tanggung jawab besar: menjaga moral, peradaban, dan masa depan Indonesia. (*)

LANGGANAN: Sejumlah kendaraan melintasi banjir di Pantura Lasem masih belum bida ditangani dengan baik sampai saat ini.
LANGGANAN: Sejumlah kendaraan melintasi banjir di Pantura Lasem masih belum bida ditangani dengan baik sampai saat ini.
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Bupati Tuban #hari santri #Mas Lindra #Aditya Halindra Faridzky #hsn