RADARTUBAN – Hujan deras yang mengguyur selama dua hari berturut-turut membuat pelayanan di Puskesmas Jatirogo terpaksa ditutup pada Rabu (23/10).
Bangunan puskesmas yang berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Jatirogo itu mengalami kerusakan cukup parah akibat tanah di sekitar lokasi ambles.
Kondisi paling parah terjadi di bagian belakang bangunan.
Pagar roboh karena tanah longsor, lalu amblesan tanah tersebut merembet hingga ke beberapa bagian bangunan yang kini mengalami retak pada tembok dan tiang penyangga.
Baca Juga: Cuaca Tuban Siang Terik, Malam Bisa Hujan: BMKG Tuban Jelaskan Perubahan Cuaca Belakangan Ini
Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban, Roikan, mengatakan amblesnya tanah di lahan bangunan puskesmas itu disebabkan oleh hujan deras selama dua hari terakhir di wilayah Jatirogo.
“Amblesnya tanah terjadi tadi malam setelah hujan deras mengguyur dua hari berturut-turut. Sungai Kali Kening yang berada di belakang puskesmas meluap dan menyebabkan longsoran,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, Rabu (23/10).
Melihat kondisi bangunan yang rusak cukup parah, pelayanan kesehatan sementara dihentikan. Untuk menjamin keamanan, seluruh aktivitas pelayanan dipindahkan sementara ke Pustu Jatiklabang.
“Jaraknya tidak jauh dari Puskesmas Jatirogo dan lokasinya di pinggir jalan besar, sehingga akses masyarakat tetap mudah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Jatirogo, dr. Ali Mansyur, memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat akan tetap berjalan. Menurutnya, pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama.
“Kami sudah meninjau langsung kondisi puskesmas. Namun, untuk tindak lanjut perbaikan, kami masih menunggu hasil kajian dari Dinas PU. Setelah hasil kajian keluar, akan segera kami sampaikan,” pungkasnya. (fud/yud)
Editor : Yudha Satria Aditama