RADARTUBAN – Asap hitam menutup langit Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, kemarin (22/10) siang.
Bukan mendung, tapi kebakaran besar yang melalap gudang pangkalan bahan bakar minyak (BBM) milik warga setempat.
Warga panik. Suara letupan dan kepulan asap pekat bikin suasana riuh. Banyak yang sempat mengira api berasal dari kompleks Pertamina EP yang jaraknya tak jauh dari lokasi.
“Mulanya saya mengira yang terbakar kawasan Pertamina, sebab asapnya berasal dari sana. Setelah saya cek ternyata milik gudang pangkalan BBM,” ujar Ali, warga sekitar.
Khawatir api merembet, warga berhamburan keluar rumah. Di sisi lain, aktivitas belajar di SMPN 1 Senori juga ikut lumpuh.
“Seluruh siswa dipulangkan demi keamanan, sebab asap kebakaran membawa bau yang menyengat dikhawatirkan beracun,” tutur Masti’ah, salah satu guru di sekolah itu.
Tim pemadam dari Satpol PP dan Damkar Tuban langsung turun ke lokasi. Tiga armada diterjunkan. Api baru berhasil dipadamkan setelah dua jam tim pemadam berjibaku.
“Total ada tiga armada yang memadamkan di lokasi,” terang Sutaji, Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Tuban.
Dari keterangan saksi, api diduga muncul dari belakang mobil pengangkut aspal. Percikan api kemudian menjalar ke tong-tong berisi solar.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sopir truk sempat menyelamatkan diri saat api membesar,” jelas Sutaji.
Namun, dari hasil penelusuran petugas, di lokasi tidak ditemukan alat pemadam api ringan (APAR) maupun sistem proteksi keamanan kebakaran lainnya.
“Setiap bangunan tempat usaha mestinya wajib memiliki proteksi keamanan kebakaran, apalagi bangunan ini menyimpan BBM dan memiliki risiko tinggi,” tegasnya.
Disinggung soal izin usaha, Sutaji belum berani memastikan.
“Idealnya bangunan atau tempat usaha yang berizin memiliki SOP keamanan yang baik,” tandasnya.(an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama