RADARTUBAN – Suara mesin pendingin Grand Javanilla bersaing dengan tepuk tangan peserta muda yang tampak antusias sejak pagi.
Workshop “AI Develops Creative Economy” Batch 1 resmi dimulai Selasa (28/10), menandai langkah konkret Tuban memasuki babak baru: mengawinkan kecerdasan buatan dengan semangat ekonomi kreatif lokal.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Jawa Pos Radar Tuban bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban — yang menjadi salah satu tindak lanjut dari arah kebijakan Bupati Aditya Halindra Faridzky untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan mempercepat digitalisasi sektor ekonomi rakyat.
Agenda lokakarya yang diikuti 50 peserta ini dibuka langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tuban, Agus Wijaya, didampingi Kepala Disnakerin Rohman Ubaid dan Direktur Jawa Pos Radar Tuban Tulus Widodo.
Workshop “AI Develops Creative Economy” Batch 1 bakal berlangsung hingga Kamis (30/10).
AI, dari Wacana Jadi Aksi Nyata
Dalam sambutannya, Agus Wijaya menegaskan, kegiatan semacam ini adalah bukti nyata bagaimana pemerintah daerah dan media bisa berkolaborasi untuk menjawab tantangan zaman.
“Di era digital sekarang ini, semuanya memerlukan adaptasi teknologi. Dengan bantuan AI, jaringan pemasaran bisa diperluas. Pun bagi mereka yang sudah bekerja, diharapkan bisa meningkatkan kinerja. Sementara yang belum bekerja bisa menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Agus.
Baginya, pelatihan ini bukan sekadar wacana futuristik, melainkan cara praktis untuk mempersiapkan masyarakat Tuban agar tidak tertinggal di tengah laju revolusi teknologi.
Kolaborasi Pemerintah dan Media
Senada, Kepala Disnakerin Tuban Rohman Ubaid menilai kegiatan ini sebagai langkah konkret untuk mendukung program Bupati Tuban Mas Lindra dalam mendorong inovasi dan profesionalisme tenaga kerja lokal.
“Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat untuk para peserta dalam mengembangkan kompetensi di bidang digital,” katanya.
Ubaid juga menegaskan, Disnakerin tak ingin terjebak di rutinitas klasik. Dunia industri kini menuntut kecepatan, adaptasi, dan keterampilan digital yang mumpuni.
“Melalui pelatihan ini, kami menyiapkan SDM yang mampu bersaing di pasar kerja. Jika hasil evaluasi kegiatan ini positif, tentu kami akan melanjutkan di tahun-tahun berikutnya,” ujar mantan kepala Disdukcapil Tuban itu.
Workshop AI ini memang bukan acara biasa. Ini adalah bukti bahwa Pemkab Tuban, di bawah kendali Bupati Aditya Halindra Faridzky, mulai memutar haluan pembangunan SDM dari cara lama menuju ekosistem digital.
Radar Tuban Dorong Spirit Kolaborasi dan Kreativitas
Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Tuban Tulus Widodo menyebut kegiatan ini bukan hanya ajang berbagi ilmu, tapi juga wadah untuk menumbuhkan semangat kolaborasi lintas sektor.
“Semoga kegiatan ini dapat membawa manfaat nyata bagi seluruh peserta. Di masa depan, kami ingin melihat adanya kisah-kisah sukses yang lahir dari kegiatan ini,” tuturnya.
Tulus menegaskan, Radar Tuban tidak ingin sekadar menjadi media penyampai informasi, tapi juga motor penggerak perubahan sosial.
Melalui kegiatan seperti ini, media lokal membuktikan diri punya peran strategis dalam memperkuat kapasitas masyarakat di bidang teknologi dan ekonomi kreatif.
Belajar AI Langsung dari Praktisi
Acara yang dimulai pukul 08.15 itu menghadirkan dua pemateri utama.
Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Tuban, Dwi Setiyawan, mengupas tajam soal ancaman dan peluang eksistensi manusia di tengah ekspansi AI. Ia mengajak peserta memahami bagaimana teknologi seharusnya menjadi alat bantu, bukan pesaing.
Materi kedua dibawakan oleh Yavid Rahmat Perwita, praktisi AI asal Tuban yang menyoroti sisi praktikal: bagaimana AI bisa dimanfaatkan untuk pekerjaan sehari-hari, tugas sekolah, hingga efisiensi bisnis.
Peserta pun diajak praktik langsung—mulai dari mengenali tool AI populer hingga memanfaatkannya untuk menciptakan konten dan strategi pemasaran digital.
Setiap peserta menerima modul pelatihan, tas, dan kaus, sebagai simbol semangat belajar dan kebersamaan.
Hadir pula perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP). Keduanya memberi dukungan penuh agar hasil pelatihan ini bisa menjadi bahan rekomendasi dalam penyusunan roadmap digital daerah.
Langkah Serius Menuju “Tuban Cerdas”
Bupati Tuban Mas Lindra dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya transformasi digital untuk membangun ekonomi kreatif berbasis teknologi.
Workshop ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata dari seluruh elemen daerah terhadap misi besar Tuban menuju “Smart and Competitive City”.
Program ini bukan sekadar pelatihan singkat, tapi awal dari gerakan kolektif: bagaimana SDM Tuban bisa melek AI, melek digital, dan siap menciptakan peluang kerja baru.
AI bukan lagi isu masa depan—ia sudah mengetuk pintu hari ini. Dan lewat kolaborasi ini, Tuban membuktikan tak ingin jadi penonton di era revolusi digital.
Langkah kecil yang dimulai dari ruang pelatihan di Grand Javanilla kemarin, bisa jadi loncatan besar menuju generasi kreatif yang siap bersaing di panggung nasional. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni