RADARTUBAN – Setelah sukses pada pelaksanaan batch pertama, gelombang kedua program Workshop AI Develops Creative Economy kerja sama antara Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban dengan Jawa Pos Radar Tuban kembali digelar mulai kemarin (3/11).
Bertempat di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Tuban, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (Senin-Rabu, 3-5 November) itu diikuti sebanyak 50 peserta.
Dimulai pukul 08.00 hingga 16.00. Pemateri hari pertama disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiawan dan praktisi AI Tuban, Yavid Rahmat Perwita.
Dalam paparannya, Dwi menyampaikan materi terkait adaptasi dari ancaman artificial intellegence.
"Semakin seseorang sering menggunakan AI, maka sistem tersebut akan semakin memahami karakter dan kebutuhan penggunanya,” paparnya di hadapan peserta.
Dia menambahkan, semakin cerdas seseorang dalam mengoperasikan AI, maka hasil atau output yang dihasilkan akan semakin berkualitas.
"Meski modern dan mempermudah pekerjaan, tidak semua pekerjaan manusia dapat digantikan oleh AI,” lanjutnya.
Sementara itu, Yavid menyinggung ihwal AI dan masa depan dunia kerja dengan ruang peluang, tantangan, dan strategi dalam memanfaatkan AI.
Dia mengatakan, dalam perkembangannya, pemanfaatan AI tidak di bidang teknologi, tapi sudah merambah di berbagai sektor, seperti ekonomi kreatif hingga industri digital.
"AI bisa membantu dalam banyak hal. Mulai dari mengatur jadwal, menulis konten, hingga menghasilkan karya kreatif,” terangnya.
Untuk semakin memperkuat pemahaman peserta, Yavid memaparkan berbagai contoh nyata hasil kerja AI dibandingkan dengan hasil buatan manusia sebelum menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Juga diselipkan pula post test dan praktik untuk para peserta agar semakin memperkuat pemahamannya mengenai materi teknologi kecerdasan buatan yang telah dipaparkan.
Dengan bekal pemahaman dasar AI pada kegiatan Workshop AI Develops Creative Economy batch kedua ini, peserta diharapkan bisa menciptakan peluang baru di era digital yang semakin kompetitif.
Suasana interaktif sekaligus diselingi canda tawa mewarnai pelatihan. Selain mendapatkan ilmu, peserta juga menerima fasilitas berupa tas, kaos, dan juga modul pembelajaran untuk mendukung kenyamanan peserta selama kegiatan berlangsung. (saf)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni