RADARTUBAN – Satu persatu tenaga honorer R4 di lingkup Pemkab Tuban mulai mengundurkan diri sebelum diberlakukannya kebijakan alih daya atau outsourcing.
Berdasar data yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, sedikitnya sudah ada tujuh honorer mengajukan surat pengunduran diri.
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tuban, Fien Roemini Koesnawangsih membenarkan kabar mundurnya sejumlah honorer yang tidak terdata dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Ada yang karena sudah meninggal dunia, tapi ada juga yang (beralasan, Red) memang tidak berminat menjadi tenaga alih daya (outsourcing), sehingga lebih memilih pekerjaan yang lain,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disampaikan Fien, dengan mundurkan tujuh honorer R4 tersebut, kini tinggal tersisa 1.255 orang.
Sebelumnya, pengalihan honorer menjadi tenaga alih daya ini sudah teranggarkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026.
Pasalnya, meski nanti menjadi tenaga alih daya pihak ketiga. Namun, pihak ketiga itu tetap bekerja sama dengan Pemkab Tuban.
Sehingga, tetap dianggarkan menggunakan APBD. "Dapat dipastikan mereka (honorer R4, Red) akan digaji sesuai besaran pendapatan yang diterima ketika menjadi non ASN,’’ ujarnya.
Penganggaran tersebut, terang Fien, juga sebagai bentuk komitmen Pemkab Tuban terhadap nasib honorer yang di-alih dayakan. Bahkan, terang Fiden, honorer yang menjadi tenaga alih daya juga sudah disiapkan formasi pekerjaan.
Misalnya, menjadi petugas keamanan, petugas kebersihan, pengemudi, resepsionis, dan juru pungut retribusi.
"Kami berkomitmen untuk tidak merumahkan honorer R4,’’ tandasnya.
Sebelumnya, anggota Fraksi Golkar DPRD Tuban Tarianto meminta jaminan kepada Pemkab Tuban agar tidak ada honorer yang dirumahkan ketika kontrak mereka habis di Desember nanti.
"Honorer R4 ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah daerah dalam hal rekrutmen dan penganggarannya,’’ ujarnya.
Menurutnya, proses rekrutmen yang baik dan penganggaran merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap orang-orang yang sudah lama mengabdi untuk Pemkab Tuban. (fud/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni