RADARTUBAN – Satu tim bergerak diam-diam, satu lagi baru memulai seleksi. Saat Persatu Tuban masih menata pondasi tim, saudara mudanya Bumi Wali FC justru sudah melangkah lebih cepat.
Klub berjuluk Laskar Sunan Bonang itu diam-diam memantapkan diri menyongsong Liga 4 PSSI Jawa Timur 2025 dengan strategi sederhana tapi berani: mempertahankan hampir seluruh skuad musim lalu.
“Sekitar 95 persen pemain lama tetap kami pertahankan. Ada 22 nama yang sudah pasti bergabung,” ungkap Manajer Bumi Wali FC, Indra Bagus Burhanudin.
Ogah Bongkar Pasang Skuad, Pilih Kontinuitas
Langkah ini bukan tanpa alasan. Musim lalu, tim yang berdiri sejak 2017 itu memang gagal menembus babak penyisihan grup dan harus puas finish di posisi ketiga klasemen akhir Grup M dengan satu poin.
Namun, alih-alih bongkar pasang skuad seperti kebanyakan tim lain, Indra memilih jalan kontinuitas.
“Kalau ganti total, chemistry tim hilang dan butuh waktu bangun kekompakan lagi,” ujarnya.
Musim ini, target dinaikkan. Tak lagi sekadar bertahan di fase grup, Bumi Wali FC membidik lolos ke putaran nasional.
Optimisme itu dipompa penuh oleh Sunarno, pelatih kepala yang kembali dipercaya menukangi tim untuk musim kedua berturut-turut. Bagi juru taktik asal Sidoarjo itu, ini bukan sekadar musim lanjutan, tapi juga ajang pembuktian.
“Evaluasi sudah kami lakukan. Kini fokus ke penyegaran dan kedalaman skuad,” tambah Indra.
Diperkuat Eks Pemain Terbaik Liga Nusantara
Untuk menambah pengalaman di lini depan, dua nama senior resmi digaet: Edi Winarno, eks penyerang Persatu Tuban-pemain terbaik Liga Nusantara 2014, dan Bijahil Chalwa, eks bomber Persibo Bojonegoro dan Persela Lamongan.
Dua wajah berpengalaman itu diharapkan jadi pengarah bagi para pemain muda yang musim lalu sudah terbentuk chemistry-nya.
Langkah Bumi Wali FC ini seolah jadi kontras menarik di tengah tren klub-klub Liga 4 yang gemar “membangun dari nol”. Di Tuban, mereka memilih untuk “membangun dari ingatan”—mempertahankan kekompakan dan semangat lama yang sudah teruji, sembari menambal titik lemah dengan bijak.
Jika semua berjalan mulus, bukan mustahil musim ini Laskar Sunan Bonang bukan cuma jadi pelengkap, tapi benar-benar jadi ancaman serius di peta Liga 4 Jatim. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni