RADARTUBAN– Dari tumpukan sampah lahirlah energi. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) melalui divisi Nathabumi resmi menggandeng Pemkab Sumenep mengubah limbah kota di Pulau Garam tersebut menjadi bahan bakar alternatif.
Kamis (6/11), kerja sama tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman sekaligus pengiriman perdana Refuse-Derived Fuel (RDF) ke pabrik SBI Tuban.
Seremoni tersebut digelar di Graha Mandaraka, kawasan Keraton Sumenep. Plh Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni, dan Direktur Operasi SBI, Edi Sarwono, menjadi penandatangan.
Wakil Bupati KH Imam Hasyim turut hadir menyaksikan momen yang disebutnya sebagai langkah nyata menuju ekonomi sirkular.
Kabupaten Sumenep bukan wilayah kecil. Luasnya 2.093 kilometer persegi, dengan tujuh kecamatan yang saban hari menghasilkan sekitar 116 ton sampah.
Angka yang terus naik seiring populasi 1,1 juta jiwa. Di tengah tekanan itu, Pemkab Sumenep mencoba jalan baru: mengonversi sampah jadi RDF.
“Selain bermanfaat pada lingkungan, pengelolaan sampah menjadi RDF ini juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Karena itu kami bekerja sama dengan Solusi Bangun Indonesia yang sudah berpengalaman dalam pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif,” ujar Kiai Imam Hasyim.
SBI, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebenarnya lebih dulu meneken MoU pada 6 September 2024. RDF hasil olahan Sumenep nantinya akan dimanfaatkan sebagai pengganti sebagian batu bara di pabrik SBI Tuban.
Langkah ini disebut sebagai wujud konkret industri berkelanjutan.
Direktur Operasi SBI, Edi Sarwono, menegaskan, RDF bukan sekadar solusi teknis.
“Pemanfaatan RDF tidak hanya membantu pemerintah daerah menciptakan lingkungan yang sehat, namun juga mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menekan emisi karbon dari proses produksi semen,” katanya.
Dia menyebut kolaborasi ini contoh sinergi strategis antara industri dan pemerintah daerah.
“Melalui pemanfaatan sampah perkotaan menjadi energi, kami ingin pengelolaan sampah tak hanya ramah lingkungan, tapi juga memberi nilai tambah bagi daerah,” ujarnya.
Kabupaten Sumenep tercatat sebagai daerah yang sukses memenuhi seluruh kriteria teknis dan kualitas RDF sesuai standar SBI. Menandai kesiapan mereka menuju sistem pengelolaan sampah yang modern dan efisien.
“Kami berharap kerja sama ini bisa meluas ke kepulauan. Ini bukan sekadar pengiriman RDF, tapi langkah besar menuju Sumenep yang lebih bersih, mandiri, dan berdaya lingkungan,” tutup Wabup Imam Hasyim.(*)
Editor : Dwi Setiyawan