Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bupati Tuban Mas Lindra Gas Potensi Wisata Daerah: Tiga Destinasi Ditarget Rp 1,1 Miliar

Ahmad Atho’illah • Jumat, 7 November 2025 | 20:01 WIB
Kawasan wisata Pantai Boom tampak sepi tanpa pengunjung di hari aktif, kemarin (2/10).
Kawasan wisata Pantai Boom tampak sepi tanpa pengunjung di hari aktif, kemarin (2/10).

RADARTUBAN – Sektor wisata di Tuban pelan-pelan mulai menunjukkan napas segar di bawah kepemimpinan Bupati Aditya Halindra Faridzky.

Meski belum bisa disandingkan dengan destinasi milik swasta, pengelolaan tempat wisata oleh Pemkab Tuban kini mulai berbuah manis.

Dari hitungan sementara, “laba bersih” pengelolaan tiga destinasi wisata unggulan daerah—Pantai Boom, Pemandian Bektiharjo, dan Goa Akbar—diproyeksikan tembus Rp 444 juta hingga akhir tahun.

Berdasarkan data dari sistem pengadaan secara elektronik (SPSE), biaya operasional pemeliharaan wisata daerah selama 2025 tercatat Rp 656,2 juta.

Rinciannya, Rp 591,3 juta untuk jasa kebersihan dan pemeliharaan, serta Rp 64,9 juta untuk kegiatan lembur pengelolaan destinasi.

Pantai Boom Penyumbang Terbesar

Sementara itu, dari target pendapatan asli daerah (PAD) sektor retribusi wisata sebesar Rp 1,1 miliar, hingga akhir September sudah terkumpul Rp 844 juta.

Rinciannya, Rp 353 juta dari Pantai Boom (target Rp 450 juta), Rp 331 juta dari Pemandian Bektiharjo (target Rp 440 juta), dan Rp 160 juta dari Goa Akbar (target Rp 260 juta).

Jika dikurangi biaya operasional yang dikeluarkan pemkab, maka laba sementara mencapai Rp 188 juta.

Bila target PAD tahun ini tercapai penuh, maka keuntungan bersih bakal naik dua kali lipat menjadi sekitar Rp 444 juta.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Tuban, Muhammad Emawan Putra, membenarkan angka tersebut.

“Alokasi anggaran operasional Rp 656 juta itu untuk kebutuhan selama setahun penuh,” ujar Emawan kepada Radar Tuban.

Tahun Depan Ditarget Rp 1,5 Miliar

Meski belum merinci capaian hingga akhir tahun, Emawan optimistis potensi wisata Tuban masih bisa digenjot.

“Target PAD tahun depan ditetapkan sekitar Rp 1,5 miliar dari tiga destinasi itu. Kami terus melakukan pembenahan sarana dan promosi,” ujarnya.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Bupati Aditya Halindra Faridzky yang tengah memoles sektor wisata sebagai lokomotif ekonomi daerah.

Di bawah kepemimpinan bupati yang akrab disapa Mas Lindra itu, pemkab mendorong sinergi antara pengelolaan profesional dan promosi kreatif agar wisata Tuban tak hanya jadi tempat rekreasi, tapi juga sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca Juga: Wisata Mantuk Tuban dan Kenangan Kampung Halaman Diselenggarakan Di Pantai Boom Tuban

Benahi Fasilitas dan Tata Kelola Wisata

Upaya pembenahan fasilitas dan tata kelola wisata kini terus dikebut—mulai dari penataan area Pantai Boom, perawatan kawasan Pemandian Bektiharjo, hingga revitalisasi Goa Akbar yang menjadi ikon wisata religi di jantung kota.

Tak hanya itu, pemkab juga mulai menggandeng pelaku UMKM dan komunitas lokal untuk ikut terlibat dalam pengelolaan wisata.

Strategi ini diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru sekaligus memperpanjang rantai ekonomi masyarakat sekitar destinasi.

Dengan arah yang semakin jelas, geliat wisata Tuban kini tak sekadar urusan retribusi, tapi sudah menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Jika tren positif ini berlanjut, bukan mustahil, sektor wisata kelak bisa menjadi tulang punggung PAD di era kepemimpinan Bupati Tuban Mas Lindra. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Wisata Tuban #Pemkab Tuban #Bupati Tuban #goa akbar #Mas Lindra #pad #Pemandian Bektiharjo #Aditya Halindra Faridzky #Pantai Boom