RADARTUBAN — Langkah kakinya mungkin berawal dari lapangan kecil di Semanding, tapi tekad dan ketekunannya kini membawanya ke panggung terbesar se-Asia Tenggara.
Salsa Sabililah, atlet muda asal Desa Prunggahan, Kecamatan Semanding, resmi terpilih memperkuat tim sepak takraw putri Indonesia untuk ajang SEA Games Thailand, Desember 2025 mendatang.
Bagi warga Tuban, nama Salsa bukan lagi asing. Gadis kelahiran 24 Februari 2003 ini telah lama dikenal sebagai sosok pekerja keras yang konsisten menumpuk prestasi, dari level daerah hingga nasional.
Juara di PON XXI Aceh-Sumut 2024
Lahir dari pasangan Saleman dan Sarinten, Salsa menapaki jalannya dengan sabar: dari SDN Prunggahan 03, lanjut ke SMPN 1 Semanding.
Kemudian masuk SMA Negeri Olahraga Jawa Timur di Sidoarjo, hingga kini menimba ilmu di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
Prestasi yang ia ukir terbilang mengilap. Dari Juara 1 Team Double Event Pra-PON XXI Jateng 2023, Juara 1 Regu di PON XXI Aceh-Sumut 2024, hingga Juara 1 Double Event di Pomnas Jateng 2025 — deretan pencapaian itu menjadikannya salah satu talenta terbaik yang dimiliki Indonesia di cabang takraw.
Tuban Kirim Dua Atlet Ikut Seleksi
Tak heran jika Pengurus Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Tuban ikut berbangga.
Ketua PSTI Tuban, Edi Basuki, mengaku bersyukur dan terharu atas pemanggilan Salsa ke timnas.
“Kami sangat bersyukur. Ini buah dari kerja keras Salsa yang tidak kenal lelah. Semoga ia bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya di SEA Games nanti,” ujarnya.
Selain Salsa, kata Edi, Tuban juga mengirimkan satu atlet putra yakni Angga untuk ikut seleksi timnas.
Namun, Angga belum mampu menembus skuad timnas sepak takraw Indonesia.
Siap Kibarkan Merah Putih di Langit Asia Tenggara
Terpilihnya Salsa bukan hanya kebanggaan bagi keluarga dan daerah. Tetapi juga simbol bahwa anak daerah punya peluang yang sama untuk menembus level internasional.
Dengan pengalaman segudang di ajang nasional dan mental juara yang terasah, Salsa Sabililah kini siap mengibarkan Merah Putih di langit Asia Tenggara.
Lapangan takraw di Tuban mungkin sederhana. Tapi dari sanalah lahir atlet tangguh yang kini membawa nama Indonesia ke gelanggang prestisius — membuktikan, mimpi besar selalu punya tempat untuk lahir dari tanah kecil. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni