RADARTUBAN – Suasana Stadion Lokajaya akhir pekan lalu benar-benar seperti arena gladiator.
Ratusan pemain muda Tuban datang dengan satu mimpi yang sama: mengenakan jersey kebanggaan Laskar Ronggolawe.
Dari 146 pemain yang mendaftar, hanya 26 nama yang berhasil menembus daftar tahap akhir seleksi Persatu Tuban.
Kepastian itu diungkapkan langsung oleh pelatih kepala Khoirul Anam, yang memimpin seleksi terbuka selama dua hari terakhir.
Pelatih asal Gresik itu menyebut, perjalanan para pemain belum berakhir — justru baru dimulai.
“Insha Allah 16 November mendatang skuad final yang akan berlaga di Liga 4 akan kami umumkan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, Minggu (9/11).
Menurut Anam, pekan ini menjadi fase paling menentukan bagi ke-26 pemain muda itu.
Mereka akan menjalani seleksi berjalan, alias dinilai secara terus-menerus dalam latihan dan uji coba internal.
Dari sanalah tim pelatih akan memutuskan siapa yang benar-benar layak membela lambang kebanggaan kabupaten di dada.
“Banyak pemain berbakat yang mengikuti seleksi, terutama di hari kedua kemarin. Kami bahkan sempat kebingungan menentukan siapa saja yang lanjut,” tutur mantan pelatih Sang Maestro FC itu dengan nada kagum bercampur lega.
Namun Anam masih rapat soal nama-nama yang lolos. “Jika sudah waktunya akan kami umumkan,” imbuhnya diplomatis.
Seleksi Senior Menyusul
Bukan cuma pemain muda yang jadi sorotan. Persatu juga bersiap menggelar seleksi khusus pemain senior, yang akan dimulai Selasa (11/11) di Stadion Lokajaya.
Langkah ini menjadi bagian penting untuk mengombinasikan pengalaman dan tenaga muda dalam tim.
Pelatih asal Gresik itu menegaskan, keseimbangan antara pemain muda dan senior akan jadi kunci menghadapi ketatnya persaingan di Liga 4.
“Kami ingin tim ini punya karakter kuat, tapi juga punya mental matang di lapangan,” katanya.
Baca Juga: Askab Berharap Persatu Tuban Dikelola Secara Profesional: Semoga Tidak Sekadar Menggugurkan Sanksi
Antusiasme Anak Daerah Bikin Kagum
Manajer Persatu Tuban, M. Abdul Rohman, ikut mengapresiasi semangat luar biasa para pemain muda lokal.
Baginya, seleksi dua hari itu bukan cuma soal mencari pemain, tapi juga bukti bahwa Tuban punya talenta besar yang haus pembuktian.
“Total ada 146 pemain usia 17–22 tahun yang ikut seleksi. Antusiasnya luar biasa,” ujar Rohman.
Ia menambahkan, jajaran manajemen masih terus menimbang komposisi skuad ideal sebelum mendaftarkannya ke Asprov PSSI Jatim.
“Tahapan seleksi masih belum rampung. Kami juga masih proses menyusun komposisi pemain yang tepat untuk nantinya akan kami daftarkan di Liga 4. Rencana kami akan mendaftarkan 26 pemain,” bebernya.
Menuju Laskar Baru Ronggolawe
Seleksi terbuka ini menjadi momentum penting kebangkitan Persatu Tuban yang kini menatap Liga 4 dengan optimisme baru.
Tim pelatih dan manajemen tampak serius membangun fondasi dari nol, berorientasi pada talenta lokal, semangat baru, dan pembuktian diri.
Di balik angka 26 itu, ada ratusan kisah pemain muda yang rela datang dari berbagai kecamatan, berlatih di bawah terik matahari, menanggung harap dan cemas yang sama — demi satu hal: mengembalikan kejayaan Laskar Ronggolawe di kancah nasional.
Dan 16 November nanti, dunia akan tahu siapa yang benar-benar bertahan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni