Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Proyek Kilang Raksasa Tuban Masih Gelap, DPRD Desak Pemkab Gencar Lobi Jakarta: Jangan Diam Saja!

M. Mahfudz Muntaha • Senin, 10 November 2025 | 18:52 WIB
Ilustrasi Kilang minyak Tuban yang menunggu kejelasan.
Ilustrasi Kilang minyak Tuban yang menunggu kejelasan.

RADARTUBAN – Bayang-bayang megaproyek kilang minyak PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) kian kabur.

Sejak wacana pertama kali digulirkan, proyek strategis nasional (PSN) bernilai triliunan rupiah itu belum juga bergerak.

Sementara lahan sudah dibebaskan, janji investasi besar tinggal jadi bisik-bisik yang menggantung di udara.

Situasi itu membuat kalangan dewan gerah. Anggota Fraksi Demokrat Amanat Persatuan DPRD Tuban, Sulasih Noer Mahfudloh, menilai pemerintah kabupaten tidak bisa terus menunggu bola.

Perlu Langkah Konkret

Menurutnya, langkah konkret harus diambil agar kejelasan proyek yang disebut-sebut akan mengubah wajah ekonomi Bumi Wali itu segera terang.

“Koordinasi intensif ini untuk membahas terkait terhambatnya proyek yang ada di Bumi Wali ini,” tegas Sulasih.

Politisi asal Palang itu menyoroti lemahnya komunikasi antara Pemkab Tuban dengan pemerintah pusat.

Ia mendesak agar kepala daerah dan tim teknis turun langsung melakukan lobi ke kementerian terkait.

Publik, katanya, berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik stagnasi proyek besar ini.

“Jika pemerintah pusat sudah punya alasan atau penjelasan terkait mandeknya proyek, informasi itu sebaiknya segera disampaikan ke publik. Masyarakat berhak tahu sampai di mana progresnya,” ujarnya tajam.

Pembiayaan Bisa Libatkan Danantara

Sulasih juga menyinggung persoalan pembiayaan. Bila kerja sama antara Pertamina dan perusahaan Rusia, Rosneft, benar-benar buntu, menurutnya pemerintah pusat tidak boleh menutup mata.

Ada opsi lain: melibatkan BP Danantara, lembaga keuangan milik pemerintah yang punya napas panjang di bidang investasi strategis.

“Karena lembaga milik pemerintah itu memiliki kapasitas keuangan besar, sebagai alternatif pembiayaan untuk proyek strategis tersebut,” bebernya.

Ia meyakini, jika proyek itu kembali hidup, ribuan lapangan kerja bakal tercipta.

“Dampak positifnya pasti bisa dirasakan langsung oleh warga Tuban,” katanya.

Pernyataan itu mencerminkan harapan publik yang makin lama makin penat menunggu janji industri raksasa yang tak kunjung wujud.

Baca Juga: Bom Ukraina Jatuh Di Kilang Minyak Rusia, Ledakan Dahsyat Tak Terhindarkan

PRPP Masih Berstatus Proyek Strategis Nasional

Sementara itu, Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono menegaskan bahwa PRPP masih berstatus proyek strategis nasional.

Hal itu tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 tentang perubahan kedelapan atas Peraturan Nomor 7 Tahun 2021 tentang daftar PSN.

“Tentu kami optimis PRPP dapat segera berlanjut,” ujarnya singkat namun penuh keyakinan.

Joko menambahkan, jika proyek kembali berjalan, kontribusinya akan besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, terutama bagi kesejahteraan masyarakat Tuban.

“Tentunya kesejahteraan masyarakat Tuban,” pungkasnya.

Kini bola panas PRPP kembali di pangkuan pemerintah daerah. Publik menunggu, apakah pemkab berani mengetuk meja pusat dan menagih janji yang sejak lama digantung di langit Tuban.

Sebab, rakyat tak butuh lagi seremonial atau retorika, melainkan kepastian — apakah kilang raksasa itu akan benar-benar hidup, atau tinggal jadi monumen dari proyek impian yang gagal dilahirkan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #Pemkab Tuban #ekonomi nasional #wakil bupati tuban #pertamina #Kilang Minyak #DPRD Tuban #joko sarwono #PRPP #proyek strategis nasional (psn)