Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Karyawan SPPG Gedongombo 2 Tuban Diancam Pecat Usai Bongkar Dugaan Ketidakberesan Gaji!

Andreyan (An) • Kamis, 13 November 2025 | 19:40 WIB
Sejumlah petugas SPPG tengah menyiapkan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah petugas SPPG tengah menyiapkan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

RADARTUBAN – Suasana tegang menyelimuti dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedongombo 2, sehari setelah dua karyawannya mengungkap dugaan ketidakberesan pengelolaan gaji ke wartawan Jawa Pos Radar Tuban.

Ruang kerja yang biasanya ramai dengan aktivitas pengolahan bahan makanan kini terasa dingin dan penuh tekanan.

“Ada ultimatum keras terhadap seluruh karyawan setelah munculnya berita miring tentang SPPG ini. Selain dituntut untuk lebih disiplin, kami juga dilarang mengumbar pembahasan internal SPPG di hadapan publik,” ungkap AF, salah satu karyawan SPPG Gedongombo 2, Rabu (12/11).

AF mengaku, pasca berita itu terbit, suasana di tempat kerjanya berubah drastis.

Ketegangan meningkat, terutama setelah salah satu rekan kerjanya mendapat teguran keras dari pihak yayasan pengelola.

“Sempat diancam akan dikeluarkan. Mereka mengira rekan saya yang bertugas di bagian administrasi itu yang mengumbar ke media,” tutur pria berusia 28 tahun itu dengan nada getir.

Speak Up yang Berujung Tekanan

AF menilai, tindakan pihak pengelola yang merespons dengan ancaman justru mengarah pada bentuk intervensi terhadap karyawan.

Padahal, langkah dirinya dan rekan-rekan berbicara ke media dilakukan semata-mata untuk menuntut transparansi pengelolaan gaji.

“Memangnya salah kalau kami mempertanyakan kejelasan soal transparansi gaji? Seharusnya mereka memberi solusi, bukan malah mengancam,” keluhnya.

Ia berharap keberaniannya menyuarakan persoalan ini tidak justru menjadi bumerang bagi dirinya dan rekan-rekan yang hanya ingin memperjuangkan hak.

“Saya berharap ada solusi terbaik, bukan membuat suasana kerja makin tidak nyaman,” ucapnya pelan.

Sejak kasus dugaan ketidakberesan keuangan di tubuh SPPG Gedongombo 2 mencuat, suasana internal semakin menegang.

Para karyawan kini bekerja dalam tekanan dan rasa waswas, khawatir akan menjadi sasaran berikutnya jika bersuara.

Pihak SPPG: Tolong Jangan Diperpanjang

Dikonfirmasi terpisah, Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Gedongombo 2, Muhith Abrori, tidak menampik kabar adanya dinamika internal setelah pemberitaan sebelumnya muncul.

Namun, Muhith memilih tidak banyak berkomentar terkait dugaan intimidasi tersebut.

Pertanyaan yang dikirim Jawa Pos Radar Tuban melalui pesan WhatsApp pukul 16.59 hanya direspons singkat. “Tolong toh mas mboten usah diperpanjang malih,” tulisnya.

Muhith menambahkan, dirinya akan mengecek lebih lanjut kebenaran informasi soal ancaman terhadap karyawan.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak yayasan pengelola SPPG Gedongombo 2.

Program Unggulan yang Terus Jadi Sorotan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan melalui berbagai satuan pelayanan (SPPG) di sejumlah titik wilayah.

Dugaan adanya ketidaktransparanan dalam pengelolaan gaji pekerja lapangan di salah satu SPPG ini tentu menjadi sorotan, mengingat program tersebut menyangkut kesejahteraan masyarakat dan integritas pengelolanya.

Kini, di balik aroma dapur MBG yang setiap pagi menyiapkan menu sehat untuk anak-anak sekolah, terselip ketegangan batin para pekerja yang menuntut keadilan.

Mereka berharap suara kecil mereka tidak padam hanya karena ancaman dari dalam rumah sendiri. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #ancaman #Makan Bergizi Gratis #SPPG Gedongombo 2 #Mbg #gaji