Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Intensitas Hujan Naik, BMKG Imbau Wisatawan Tuban Lebih Cermat Pilih Destinasi Aman

Shafa Dina Hayuning Mentari • Jumat, 14 November 2025 | 22:05 WIB

 

Cuaca tampak bersahabat di kawasan atmosfer wisata Pantai Kelapa, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang.
Cuaca tampak bersahabat di kawasan atmosfer wisata Pantai Kelapa, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang.

RADARTUBAN – Laju hujan yang makin sering turun dalam beberapa hari terakhir mulai menggeser ritme aktivitas luar ruang masyarakat.

Bagi warga yang gemar berburu suasana alam, kondisi peralihan menuju musim penghujan ini menuntut kewaspadaan ekstra.

Walau Kabupaten Tuban dikenal punya banyak spot alam yang tetap memesona saat basah diguyur hujan, risikonya tak bisa disepelekan.

Peringatan itu kembali disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala BMKG Tuban, Muhammad Nur menegaskan sejumlah titik wisata terbuka kini masuk kategori rawan dan sementara sebaiknya tidak dipilih sebagai lokasi kunjungan.

“Beberapa tempat wisata yang perlu diwaspadai untuk tujuan wisata seperti kawasan dekat bantaran sungai, kawasan wisata air terjun, daerah perbukitan, goa, atau dekat dengan tebing, dan daerah pesisir dekat muara sungai,” ujarnya.

Nur menjelaskan, hujan deras mampu mengerek debit sungai hanya dalam hitungan menit.

Di lokasi lain seperti bukit, goa, serta tebing, curah hujan lebat dapat melonggarkan struktur tanah sehingga risiko longsor meningkat tajam.

Tuban yang punya banyak lanskap karst dan alur sungai kecil pun otomatis punya potensi ancaman serupa.

“Di Tuban terkenal dengan banyak destinasi wisata alamnya, sebaiknya masyarakat yang tetap ingin berwisata harus berhati-hati dan menyiapkan berbagai keperluan dengan matang,” lanjutnya.

Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan

BMKG juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan pengelola objek wisata.

Mereka diminta tak hanya mengandalkan publikasi prakiraan cuaca umum, tetapi aktif memantau informasi terbaru, terutama di kawasan yang rentan dilanda banjir atau longsor.

“Kawasan wisata biasanya hanya mempublikasikan tentang prakiraan cuaca secara umum saja, kalau untuk informasi prakiraan cuaca pada area objek wisata biasanya masih diperuntukkan untuk tempat wisata yang cakupannya luas dan terkenal,” jelasnya.

Untuk masyarakat, Nur menyarankan agar perlengkapan dasar antisipasi selalu siap dibawa.

Mulai jas hujan, payung, pakaian ganti, hingga pembaruan informasi cuaca harian sebelum berangkat. Hujan deras di daerah hulu bisa saja menimbulkan banjir mendadak di hilir tanpa tanda-tanda ekstrem di lokasi wisata.

“Dikhawatirkan terjadi hujan lebat di daerah hulu sungai yang bisa mengakibatkan banjir di area yang dilewati aliran airnya,” terangnya.

Pilih Lokasi dan Waktu yang Aman

Namun, bukan berarti aktivitas wisata harus berhenti sama sekali. Intinya, pilih lokasi dan waktu yang aman, tetap nyaman dikunjungi, dan tidak memaksakan diri saat kondisi cuaca berubah cepat.

“Bukan berarti aktivitas wisata alam harus berhenti sepenuhnya. Yang terpenting mempersiapkan perlengkapan antisipasi seperti jas hujan, pakaian ganti, dan lain sebagainya. Perhatikan juga prakiraan cuaca harian sebelum bepergian. Keselamatan harus menjadi prioritas pengelola kawasan wisata dan individu itu sendiri,” tandasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #Longsor #BMKG #hujan #bajir