Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mangkrak! Gudang Garam Rp 1,5 Miliar di Palang Kini Tak Terawat dan Dipenuhi Semak

Yudha Satria Aditama • Selasa, 18 November 2025 | 21:05 WIB
Kondisi bangunan Gudang Garam di Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang yang kini sepi aktivitas dan tak lagi terawat.
Kondisi bangunan Gudang Garam di Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang yang kini sepi aktivitas dan tak lagi terawat.

RADARTUBAN – Dibangun pada 2017 dan menghabiskan biaya sekitar Rp 1,5 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), kini kondisi bangunan Gudang Garam di Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang sangat memprihatinkan.

Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, gudang garam yang diklaim memiliki kapasitas 2.000 ton itu tampak tidak terawat.

Beberapa sudut bangunan, dari pagar, ruang kantor bagian depan, dinding, atap, dan beberapa bagian lain terlihat kusam dan rusak. Area halaman juga tampak tidak karuan.

Dipenuhi rumput dan semak-semak liar. Terkesan seperti bangunan yang sudah lama tidak difungsikan.

Padahal, bangunan yang pernah disambangi Tim Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) ini sempat dibangga-banggakan sebagai gudang garam pertama di Kabupaten Tuban dengan kapasitas ribuan ton.

Fungsinya pun sangat mulia: membantu petani garam kala harga sedang anjlok. Seluruh garam milik petani bisa disimpan di gudang tersebut, dan baru dijual setelah harga tinggi.

Pada awalnya, bangunan yang berhimpitan dengan lembaga pendidikan SDN Cepokorejo ini sempat difungsikan. Namun, lambat laun seakan tidak lagi dibutuhkan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Tuban Eko Julianto ketika dikonfirmasi terkait kondisi gudang garam yang memprihatinkan dan tidak terawat tersebut, pihak mengaku belum mengetahui secara pasti.

‘’Nanti akan kami cek dulu,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Ketidaktahuan Eko bisa dimaklum lantaran bangunan tersebut ditangani oleh era kepala dinas jauh sebelum dirinya.

Bahkan jauh sebelum pemerintah Bupati Aditya Halindra Faridzky sekarang ini.

Namun, apa pun alasannya, tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Sebab, konsep pembangunan adalah berkelanjutan. Termasuk memastikan kejelasan fungsi dan status bangunan tersebut.

‘’Terkait itu (fungsi dan status bangunan, Red), nanti juga akan kami cek,’’ terang mantan Kabag Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Tuban itu.

Toro, salah satu warga desa setempat mengatakan, bangunan yang berdiri di atas eks pasar desa ini dulunya sempat difungsikan oleh petani garam dari desa setempat dan beberapa desa lain penghasil garam.

Namun, beberapa tahun terakhir ini sepertinya tidak ada lagi aktivitas pergaraman di gudang tersebut.

‘’Sudah sepi dan bangunannya juga sudah banyak yang rusak. Benar-benar tidak terawat,’’ katanya. (tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #pemkab #desa #gudang garam