RADARTUBAN – Jalan Semanding–Grabagan mendadak riuh. Bukan oleh deru knalpot, tapi karena puluhan remaja yang panik berlarian saat aparat Satlantas Polres Tuban datang menggerebek arena balap liar di Dusun Tlogopule Desa Prunggahan Kulon, Rabu sore (19/11). Upaya kabur itu hanya bertahan beberapa detik.
Dalam hitungan menit, satu per satu remaja itu terkepung dan akhirnya pasrah digiring ke Mapolres.
Dari pengamanan tersebut, 22 remaja berhasil diciduk. Yang membuat miris, hampir semuanya masih duduk di bangku SMP.
“Dari 22 remaja yang kami amankan, rata-rata masih berusia 13 hingga 15 tahun. Mayoritas berstatus sebagai pelajar SMP dan ada yang putus sekolah,” ungkap Kanit Turjawali Satlantas Polres Tuban Ipda Rizky Dwi Prasetyo kepada Jawa Pos Radar Tuban, Kamis (20/11).
Lokasi Langganan Balap Liar
Kegiatan penertiban itu bukan operasi mendadak tanpa alasan. Warga sekitar sudah berkali-kali menyampaikan keresahan.
Jalan lengang menjelang sore berubah menjadi lintasan adu kecepatan yang memicu bahaya bagi pengguna jalan lain.
“Informasi yang kami terima, lokasi tersebut hampir setiap hari di waktu sore jadi arena balap,” jelas Ipda Rizky.
Polisi juga mengamankan 17 sepeda motor yang dipakai dalam aksi tersebut. Kondisi kendaraan rata-rata sudah tak sesuai standar keselamatan.
“Kendaraan yang kami amankan tidak sesuai spesifikasi keamanan berkendara, akan kami berlakukan tilang sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Orang Tua Dipanggil, Pembinaan Diperketat
Para remaja itu kemudian dibawa ke Mapolres Tuban untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.
Orang tua mereka dipanggil pada malam harinya, menyaksikan langsung bagaimana anak-anak mereka tersangkut kasus balap liar.
“Orang tua mereka kami panggil, sebagai upaya pembinaan dan menjamin agar tidak mengulangi tindakan serupa lagi,” terang Ipda Rizky.
Patroli Ditingkatkan, Aksi Balap Liar Diperketat
Kanit Turjawali menegaskan bahwa aksi pelanggaran lalu lintas yang membahayakan, terutama balap liar, tidak akan dibiarkan berkembang di Tuban.
“Kami juga akan memasifkan patroli pada jam-jam rawan, terutama untuk menekan aksi balap liar di Kabupaten Tuban,” tandasnya.
Operasi ini sekaligus menunjukkan satu hal: di balik hobby yang dianggap “seru” oleh para remaja itu, ada risiko besar yang mengancam—dan polisi tidak memberi ruang sedikit pun bagi aksi nekat di jalan raya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni