RADARTUBAN - Proyek strategis Pemkab Tuban yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Tuban menunjukkan progres signifikan.
Bahkan, sebagian sudah tuntas dikerjakan.
Kepala DPUPRPRKP Tuban Agung Supriyadi mengungkapkan, dari sepuluh proyek strategis yang ditetapkan pemkab, sebanyak tujuh paket ditangani Dinas PUPRPRKP.
Dan, dari tujuh paket tersebut, empat di antaranya sudah rampung dikerjakan.
Keempat proyek itu, yakni paket peningkatan jalan Penambangan-Kedungireng, Kecamatan Semanding senilai Rp 4,5 miliar.
Selanjutnya, peningkatan Jalan Letda Sucipto Rp 3,41 miliar dan peningkatan jalan Mojomalang-Jati, Kecamatan Parengan 4,54 miliar.
Lalu, pembangunan saluran dan drainase Desa/Kecamatan Widang Rp 3,89 miliar.
‘’Alhamdulillah, keempatnya sudah selesai 100 persen,’’ kata Agung—sapaan akrabnya.
Proyek strategis berikutnya—yang juga menjadi leading sektor instansinya, lanjut Agung, yakni paket peningkatan jalan Bulu-Jatirogo lanjutan 2 senilai Rp 29,64 miliar yang sudah ber-progres sekitar 85 persen. Lalu, proyek pembangunan saluran pembuang di Desa Sumurgung, Kecamatan Montong Rp 9,55 miliar yang berjalan sekitar 80 persen.
Dan, terakhir pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Desa Sidorejo, Kecamatan Kenduruan senilai Rp 1,45 miliar.
‘’Untuk yang terakhir ini berjalan sekitar 60 persen,’’ katanya.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, keempat proyek strategis yang sudah tuntas dikerjakan itu telah dimanfaatkan oleh masyarakat.
Peningkatan jalan Penambangan-Kedungireng, misalnya, jalan penghubung antardesa yang dulu mengalami kerusakan cukup parah itu sudah terbeton.
Masyarakat yang melintas di jalan tersebut tidak lagi mengeluhkan jalan yang bergelombang dan berlubang.
Pun demikian dengan peningkatan Jalan Letda Sucipto.
Setelah strukturnya ditingkatkan dari aspal menjadi rigid pavement, kini para pengendara yang melintas di jalan tersebut semakin nglenyer.
Titik jalan yang sebelumnya menjadi langganan tergenang sisa air hujan tak lagi terlihat.
Sementara itu, pembangunan saluran dan drainase di Desa Widang.
Tepatnya di setiap sisi jalan nasional itu menjadikan wajah trotoar di desa setempat semakin ciamik.
Para pedestrian juga semakin nyaman memanfaatkan fungsi trotoar sebagai tempat pejalan kaki.
Khususnya para santri Ponpes Langitan yang saban hari melintas dan beraktivitas di wilayah setempat.
Agung menyampaikan, kendati masih ada tiga paket proyek yang ditanganinya dan belum selesai, namun pihaknya optimistis proyek strategis yang ditetapkan berdasar Keputusuan Bupati Tuban Nomor 100.3.3.2/27 KPTS/414.012/2025 tentang Penetapan Proyek Strategis Pemerintah Kabupaten Tuban itu bakal rampung tepat waktu.
Tenggat kontrak ketiga paket proyek yang masih dalam progres tersebut, terang Agung, berakhir 21 Desember mendatang.
Artinya, masih ada waktu sekitar satu bulan. ‘’Insyaallah bisa selesai tepat waktu,’’ tandas mantan kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah Tuban itu. (tok)
Editor : Yudha Satria Aditama