RADARTUBAN – Siapa bilang buku konvensional sudah tamat riwayatnya? Pengadaan 9.362 buku baru oleh Perpusda Tuban pada tahun ini setidaknya menjawab sikap pesimistis bahwa di era digital ini, buku sudah tersingkir.
Kepala Bidang Perpustakaan Dispersip Tuban, Masykuri, memastikan ribuan buku itu bukan pengganti dari koleksi yang dimusnahkan saat stock opname Juli lalu.
“Pengadaan ini memang sudah menjadi rencana dan tentunya kami sesuaikan dengan kebutuhan pemustaka. Jadi bukan untuk menggantikan koleksi yang lama, melainkan menambah variasi bacaan,” jelasnya menjawab pertanyaan Jawa Pos Radar Tuban.
Dia memaparkan, buku-buku baru yang ditambahkan merupakan koleksi umum, seperti novel, buku anak, dan bacaan lainnya.
Sedangkan, untuk koleksi buku referensi, belum ada rencana penambahan di tahun ini.
Menurut pejabat asal Bojonegoro itu, keberagaman bacaan penting agar pemustaka tidak terus membaca judul-judul buku lama dan sudah tidak lagi relevan dengan buku saat ini.
"Agar buku di sini lebih variatif. Pemustaka juga bisa mendapatkan pengalaman yang baru dengan adanya koleksi ini dan pastinya meningkatkan minat baca,” ujarnya.
Masykuri menyebut koleksi buku pada 13 perpustakaan di Bumi Ronggolawe berjumlah total sekitar 130 ribu buku.
Dari ribuan koleksi baru, tidak semuanya berada di perpusda, melainkan tersebar pada 12 perpustakaan kecamatan.
Pun ribuan koleksi buku baru juga akan disebar ke setiap perpustakaan agar pemustaka di wilayah kecamatan juga merasakan akses bacaan baru yang lebih beragam.
Untuk proses distribusinya, lanjut dia, belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Lulusan Universitas Bojonegoro itu menjelaskan, setiap buku baru harus melalui tahap pendataan dan pelabelan sebelum ditempatkan di semua perpustakaan.
"Setelah selesai, baru kami distribusikan secara merata ke 12 kecamatan dan tentunya di perpusda juga,” ujarnya.
Sayangnya, meski jumlah koleksi bertambah ribuan, buku bacaan tersebut tidak bisa diakses melalui aplikasi Tuban Digital Library (Tulib). Seluruh buku tersebut hanya tersedia untuk dibaca langsung di perpusda.
Masykuri belum bisa memastikan apakah pengadaan buku baru dapat dilakukan setiap tahun. Hal tersebut memerlukan persetujuan sebelum mendatangkan buku-buku yang lebih update.
"Keinginannya memang setiap tahun ada penambahan koleksi. Tapi kami tidak bisa memastikan apakah selalu ada, karena bergantung persetujuan pimpinan,” tandasnya.(saf/ds)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni