RADARTUBAN-Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban kian melebarkan sayap.
Di tengah gelaran 4th CORROLA 2025 di Universitas Udayana, Bali, 23–24 November, kampus di Jalan Manunggal, Tuban itu meneken 12 memorandum of understanding (MoU) dengan delapan perguruan tinggi dalam negeri dan empat kampus luar negeri.
Empat kampus luar negeri yang kini menjadi mitra Unirow adalah International University of Applied Sciences in Armenia (IUASA), Armenian State Pedagogical University, University of Southeastern Philippines, dan Oriental University India.
Sementara delapan mitra dalam negeri mencakup UM Metro Lampung, Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang, Universitas Prof. Dr. Hazairin S.H. Bengkulu, STAI Denpasar Bali, Universitas Al Asyariah Mandar Kendari, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Yayasan Corolla Education Centre Bengkulu, dan Universitas Sulawesi Tenggara Kendari.
Rombongan Unirow Tuban dipimpin langsung Rektor Prof. Dr. Warli, M.Pd. Selain mengikuti konferensi internasional, mereka juga sibuk merajut jejaring baru.
Seusai kegiatan, Prof Warli menegaskan arah langkah kampusnya: Unirow harus lincah, jangan sampai kalah start dalam persaingan global. “Kita adalah kampus di kota kecil, tapi kita harus berpikir global,” tegasnya.
Dia memastikan, sejumlah MoU itu bukan sekadar seremoni. Pro Warli menyebutnya sebagai pijakan konkret untuk mengerek kualitas akademik Unirow.
Fokus utamanya menciptakan ekosistem belajar yang dinamis dan menambah kapasitas sumber daya pendidikan agar siap menyesuaikan diri dengan dunia yang terus bergerak.
“Kerja sama ini merupakan landasan untuk menciptakan pertukaran pengetahuan, sumber daya, dan keahlian lintas disiplin. Ini penting agar Unirow dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” tambahnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, kemitraan internasional membuka pintu Unirow untuk ikut dalam riset bersama, pengembangan teknologi, hingga penyusunan solusi inovatif atas isu-isu global.
“MoU memperluas peluang jaringan, menciptakan ekosistem lebih kuat tempat lembaga akademik, industri, dan pemerintah dapat bekerja bersama menuju tujuan bersama,” ujarnya.
Konferensi internasional CORROLA 2025 diikuti delegasi lebih dari sepuluh negara, mulai Indonesia, Inggris, Irak, Polandia, Armenia, Arab Saudi, Iran, Malaysia, India, hingga Turki.
Kehadiran Unirow di forum global itu menandai keseriusan mereka meluaskan kiprah di panggung internasional.
Dengan langkah strategis ini, Unirow meneguhkan bahwa kampus boleh dari kota kecil, tapi visinya tidak kecil. Komitmen terhadap kualitas akademik, riset, dan inovasi tengah dibangun untuk mengantar kampus di Bumi Ronggolawe ini menjadi perguruan tinggi yang tak bisa dipandang sebelah mata, baik di Indonesia maupun di dunia.(ds)
Editor : Dwi Setiyawan