Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Upaya BPBD Tuban dalam Menghadapi Bencana: Konsisten Lakukan Mitigasi Dini dan Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat  

Ahmad Atho’illah • Rabu, 3 Desember 2025 | 01:56 WIB
Apel Gelar Pasukan dan Peralatan dalam Rangka Menghadapi Bencana Hidrometeorologi 2025 pada 17 November lalu.
Apel Gelar Pasukan dan Peralatan dalam Rangka Menghadapi Bencana Hidrometeorologi 2025 pada 17 November lalu.

RADARTUBAN - Hampir semua daerah di Indonesia tengah menghadapi bencana hidrometeorologi, termasuk di Kabupaten Tuban.

Sebagi upaya mitigasi bencana alam, BPBD Tuban telah melakukan berbagai upaya secara konsisten dan berkelanjutan.

Dari kegiatan rutin penanaman pohon penghijauan di wilayah rawan longsor hingga melakukan persiapan dini dalam menghadapi bencana yang tidak diharapkan.

Jauh hari sebelum bencana hidrometeorologi melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Tuban, Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) telah mempersiapkan diri dengan Apel Gelar Pasukan dan Peralatan dalam Rangka Menghadapi Bencana Hidrometeorologi 2025 pada 17 November lalu.

Foto-foto selengkapnya di sini...

Bertempat di Alun-Alun Tuban, agenda mitigasi bencana yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Wiyana itu melibatkan melibatkan seluruh unsur pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.

‘’Kita tidak pernah mengharapkan datangnya sebuah bencana, tapi kita harus melakukan antisipasi dalam menghadapi setiap potensi bencana hidrometeorologi yang bisa datang sewaktu-waktu, utamanya saat musim penghujan seperti sekarang,’’ kata Kepala BPBD Tuban Dr. Sudarmaji, MM.

Disampaikan Darmaji—sapaan akrabnya, sebagaimana yang selalu ditekankan Bupati Aditya Halindra Faridzky, setiap risiko bencana harus mampu dimitigasi sejak dini.

Tujuannya, untuk meminimalisir dampak bencana yang timbulkan.

‘’Karena itu, kami selalu berupaya melakukan mitigasi terhadap setiap potensi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu. Utamanya dalam mencegah terjadinya korban jiwa,’’ tuturnya.

Lebih lanjut, mantan Camat Plumpang itu menyampaikan, secara geografis dan klimatologis, wilayah Kabupaten Tuban memiliki potensi ancaman bencana yang cukup besar.

Berdasarkan kajian risiko bencana terbaru, nilai indeks risiko bencana di Bumi Ringgolawe mencapai kategori sedang.

Karena itu, penting adanya koordinasi dan kolaborasi lintas sektor yang kuat untuk meminimalkan potensi kerugian akibat bencana.

Darmaji menegaskan, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana itu bukan pilihan, melaikan kewajiban. ‘’Dan upaya mitigasi ini harus dilakukan secara komprehensif dan melibatkan seluruh unsur pentahelix,’’ tegasnya.

Mewakili Bupati Aditya Halindra Faridzky, Sekda Budi Wiyana melakukan pengecekan pasukan dalam Apel Gelar Pasukan dan Peralatan.
Mewakili Bupati Aditya Halindra Faridzky, Sekda Budi Wiyana melakukan pengecekan pasukan dalam Apel Gelar Pasukan dan Peralatan.

Sementara itu, Sekda Tuban, Dr. Budi Wiyana, M.Si. menyampaikan, upaya mitigasi dan persiapan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang dilakukan BPBD bersama jajaran sudah cukup efektif.

Dan berkat koordinasi dan kolaborasi yang terjalin dengan seluruh unsur pentahelix, risiko dan dampak bencana yang terjadi di Kabupaten Tuban bisa diminimalisir.

Namun, tegas Sekda, tidak kalah penting dari upaya mitigasi dini yang dilakukan pemerintah adalah, adalah kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.

Sebab, setiap bencana yang datang adalah tanggung jawab bersama.

Bahkan, masyarakat adalah garda terdepan dan yang pertama kali merasakan dampak bencana.

‘’Karena itu, pemahaman dan kesiapsiagaan warga sangat menentukan efektivitas penanganan. Peran inilah (memberikan pemahaman kepada masyarakat, Red) yang harus secara konsisten dilakukan BPBD,’’ tuturnya.

Lebih lanjut, Sekda menyampaikan, di antara instruksi yang menjadi penekanan Bupati Aditya Halindra Faridzky untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, banjir, tanah longsor, serta bencana hidrometeorologi lainnya di Kabupaten Tuban.

Yakni penanggulangan bencana harus dilaksanakan secara bertanggung jawab, terukur, dan penuh keikhlasan; seluruh personel wajib memahami langkah-langkah penanganan darurat agar respon dapat dilakukan cepat dan tepat; dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah disusun harus diterapkan secara konsisten pada setiap tahapan kegiatan.

‘’Pesan yang selalu disampaikan Mas Bupati dalam menghadapi bencana adalah semangat kebersamaan dan gotong royong dengan seluruh elemen masyarakat,’’ pesannya. (tok)

 

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Budi Wiyana #Hidrometeorologi #sekda #Aditya Halindra Faridzky #Sektor #BPBD Tuban #pohon #kabupaten