Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pupuk Subsidi Hilang Saat Musim Tanam, DPRD Tuban Telusuri Penyebabnya

M. Mahfudz Muntaha • Rabu, 3 Desember 2025 | 02:44 WIB

 

Petani di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak menebarkan pupuk di lahan padinya.
Petani di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak menebarkan pupuk di lahan padinya.

 

RADARTUBAN – Di tengah musim tanam di Tuban, pupuk bersubsidi justru menghilang di pasaran.

Problem yang cenderung terulang setiap tahun tersebut mendapat atensi Komisi III DPRD Tuban.

Komisi yang membidangi ekonomi dan keuangan itu kini menelusuri penyebab kelangkaan sarana produksi tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Tuban, Lukmanul Hakim mengakui keresahan petani.

“Kelangkaan ini bukan sekadar isu, karena secara langsung banyak masyarakat yang sambat ke kami,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Luki, sapaannya, menyebut kondisi ini memukul telak program ketahanan pangan dan kesejahteraan petani kecil.

“Ini juga membuat kesejahteraan petani kecil terancam, karena mereka bergantung pada pupuk subsidi untuk hasil panen optimal,” kritiknya.

Komisi III tak berharap masalah kelangkaan pupuk berlarut-larut. Alat kelengkapan dewan ini pun berkoordinasi dengan Dinas Ketahananan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Tuban dan distributor pupuk.

Kepada wartawan koran ini, Luki terang-terangan menolak skenario kelangkaan pupuk yang dimanfaatkan untuk memainkan harga.

“Kami tidak ingin, sulitnya pupuk di tingkat petani dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab menjual pupuk melebihi HET,” tegasnya.

Politisi dari Partai Nasdem itu juga menekankan perlunya pengawasan superketat.

Siapa pun yang menjual pupuk di atas harga eceran tertinggi (HET), harus dikenai sanksi administratif hingga pidana.

“Kami meminta pihak terkait melakukan evaluasi mendalam agar hal ini dapat dicegah,” tandasnya.

Ketua Komisi III DPRD Tuban, Tulus Setyo Utomo mengakui masalah pupuk menjadi atensi sejak awal.

Setiap mendapat laporan kelangkaan, dia turun langsung ke lapangan. Begitu juga kelangkaan yang baru terjadi.

Dia juga melakukan penyisiran dari hulu hingga hilir.

“Ini untuk memastikan masalah sebenarnya seperti apa, selanjutnya agar ada solusi,” bebernya.

Tulus mengaku mengantongi laporan kuota distribusi.

Mengacu hasil rapat koordinasi sebelumnya, stok seharusnya cukup hingga Desember kalau Tuban dipasok urea 74.733 ton, phonska 58.573 ton, dan pupuk organik 18.989 ton.

Mengapa petani tetap sulit mendapatkan pupuk? Dia menyatakan tengah merunut rantai distribusinya.

“Kami akan pastikan ke distributor dan dinas terkait ketersediaan stok pupuk subsidi ini,” imbuhnya.(fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#DPRD #Tuban #komisi iii #Nasdem #pupuk langka