RADARTUBAN — Pemerintah Kabupaten Tuban makin kokoh memosisikan diri sebagai daerah yang ramah investasi.
Sepanjang 2025, berbagai langkah strategis dijalankan oleh DPMPTSP Kabupaten Tuban untuk menarik investor dan mempermudah proses perizinan.
Kepala DPMPTSP Tuban, Esti Surahmi memastikan Tuban intensif melakukan promosi investasi lewat partisipasi dalam pameran dan forum berskala nasional serta regional.
Seperti pameran kerajinan di Inacraft Jakarta, pameran TEI di Tangerang, serta sejumlah event investasi termasuk pameran Tuban Expo, forum bisnis di Bandung, East Java Investment Forum (EJIF), East Java Investment Dialog (EJID), dan Tuban Investment Forum (TUBIF).
Foto-foto selengkapnya di sini...
Mantan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) ini menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer potensi.
Melainkan upaya sistematis untuk mempertemukan daerah dengan investor potensial secara nyata.
Tidak hanya ramah investasi besar, Pemkab Tuban juga berkomitmen mendukung penuh UMKM, petani, dan nelayan lokal.
Bukti komitmen itu berbuah penghargaan, Invesment Project Ready to Offer (IPRO) pakan ternak Tuban terpilih menjadi 10 IPRO terbaik dari BKPM.
Project yang berhasil mendapat pengakuan nasional ini menerima penghargaan di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta.
Menurut Esti, hal itu menunjukkan bahwa Tuban tidak hanya menyediakan janji, tetapi juga menyiapkan regulasi dan ekosistem yang memadai bagi investor.
Tak kalah penting, DPMPTSP Tuban mendapat apresiasi atas kualitas layanan publik dan perizinan.
‘’Investasi sangat penting untuk peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Tuban, ini sesuai pesan Bupati Tuban Mas Lindra,’’ tegas dia.
Pada 2024, Pemkab Tuban meraih nilai 99,03 dan masuk “Zona Hijau — Kategori A (Kualitas Tertinggi)” dalam penilaian penyelenggaraan pelayanan publik oleh Ombudsman Republik Indonesia.
Penghargaan ini diterima bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tuban ke 732, menandai komitmen instansi tersebut dalam menjaga integritas, transparansi, dan kualitas pelayanan publik.
Selanjutnya, DPMPTSP Tuban juga mencatat hasil Indeks Pelayanan Publik (IPP) sebesar 4,85 dengan kategori A (Pelayanan Prima).
Capaian ini menunjukkan bahwa pelayanan publik di lingkungan DPMPTSP Tuban dinilai sangat baik dari berbagai aspek, mulai dari kecepatan, ketepatan, hingga kenyamanan masyarakat dalam mengakses layanan.
Tidak berhenti di situ, pada tahun 2025 instansi ini mendapat nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 93,11 dengan kategori “Sangat Baik.”
Penilaian ini, menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang tinggi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan.
‘’Kemudahan perizinan dan pelayanan publik yang transparan dan cepat adalah fondasi penting agar investor merasa yakin menanamkan modal di Tuban,’’ tegas dia.
Semua penghargaan tersebut, menurut Esti, didapatkan atas kerja keras agar investasi tidak sekadar masuk, tetapi memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Termasuk hasil dari kolaborasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) lain.
Antara lain Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P), Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin), dan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban.
Selama ini, DPMPTSP selalu mempermudah berbagai layanan dan perizinan untuk masyarakat.
Baik melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) maupun layanan Jemput Bola. Tujuannya, agar seluruh masyarakat mendapat manfaat kebaikan untuk kemajuan Tuban menjadi lebih baik.
Dengan kombinasi promosi intensif, proyek siap investasi, dan pelayanan publik yang tertata baik, Tuban sedang menunjukkan langkah serius untuk menjadi magnet investasi.
Bagi para investor dan pelaku usaha, kabupaten ini menawarkan kemudahan regulasi, layanan prima, dan komitmen pemerintah — aspek penting dalam menentukan lokasi investasi. (yud)
Editor : Yudha Satria Aditama