Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

DKP2P Tuban Terbaik dalam Pengendalian PMK di Jatim, Hasil Kolaborasi dan Sinergi dalam Mewujudkan Kesehatan Ternak

M. Mahfudz Muntaha • Kamis, 4 Desember 2025 | 16:53 WIB

 

Kepala DKP2P Tuban Eko Julianto, S.STP., MM, menerima penghargaan dari Sekda Provinsi Jawa Timur  Adhy Karyono, A.KS., M.AP., Selasa (2/12)
Kepala DKP2P Tuban Eko Julianto, S.STP., MM, menerima penghargaan dari Sekda Provinsi Jawa Timur  Adhy Karyono, A.KS., M.AP., Selasa (2/12)

RADARTUBAN – Respons cepat Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Tuban dalam pengendalian wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) sejak 2022 hingga 2025 mendapatkan apresiasi dari Satgas Penanganan PMK Provinsi Jawa Timur.

Pemkab Tuban ditahbiskan menjadi salah satu yang terbaik dalam pengendalian terhadap hewan ternak.

Penghargaan yang diterima oleh DKP2P Tuban meliputi, pertama peringkat 2 sebagai kabupaten dengan kinerja pengobatan PMK rerbaik tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kedua, Juara 2 kategori Lomba Video/Film Pendek Program Pengendalian Penyakit PMK di Jawa Timur tahun 2025.

Penyerahan penghargaan berlangsung dalam rangkaian kegiatan Evaluasi Akhir Kinerja Pengendalian PMK Provinsi Jawa Timur pada 2–3 Desember 2025 di Hotel Morazen, Surabaya.

Foto-foto selengkapnya di sini...

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Adhy Karyono, A.KS., M.AP., dan diterima oleh Kepala DKP2P Tuban, Eko Julianto, S.STP., MM, Selasa (2/12).

Penyerahan penghargaan tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, serta Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Sekdaprov Jawa Timur selaku ketua Satgas PMK Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono menyampaikan apresiasi kepada daerah yang telah menunjukkan kinerja optimal dalam pengendalian PMK.

Dia mengatakan, upaya yang konsisten seperti ini harus terus diperkuat agar Jawa Timur semakin tangguh dalam mengendalikan penyakit hewan.

‘’Penghargaan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam melakukan pengobatan, pencegahan, dan memastikan hewan ternak tetap sehat,” ujarnya.

Adhy menyampaikan, pengendalian PMK harus dilakukan secara efektif dan terukur. Langkah ini dijalankan dengan berbagai pendekatan berbasis.

Mulai dari edukasi, monitoring intensif, dan respons cepat terhadap kasus.

Ikhtiar yang ditempuh pemerintah daerah menegaskan betapa pentingnya perannya dalam mendukung ketahanan pangan dan kesehatan hewan di tingkat provinsi.

Sementara itu, Kepala DKP2P Kabupaten Tuban, Eko Julianto mengatakan, prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif antara peternak, petugas lapangan, dan pemerintah daerah.

"Mas Bupati terus mendorong kami untuk kerja kolaboratif dan sinergi khususnya dalam pengendalian wabah PMK di Tuban," tegasnya.

Eko memaparkan, ketika PMK merebak, Pemkab Tuban bergerak cepat dan menjadi salah satu fokus kerja dalam upaya mewujudkan kesehatan ternak.

Beberapa langkah yang dilakukan, mulai melakukan pembatasan ternak masuk Tuban di titik perbatasan hingga mengontrol lalu lintas ternak yang sangat rentan terjadi kasus PMK.

‘’Kondisi ini menjadikan DKP2P Tuban bersama stakeholder terkait melakukan menetapkan langkah antisipatif,’’ujarnya. 

Selain itu, kata dia, institusinya juga terus menjalin Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) pencegahan PMK secara masif dengan melakukan vaksinasi, monitoring, dan pengobatan.

Mantan kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A PMD) Tuban itu menjelaskan, salah satu kendala vaksinasi adalah masih adanya penolakan dari masyarakat peternak karena merasa ternak mereka telah divaksin berulang kali.

Sebagai langkah edukasi, institusi ini membuat video pendek untuk memberikan gambaran manfaat vaksinasi PMK bagi ternak.

‘’Harapannya, masyarakat ternak semakin sadar akan pentingnya vaksinasi bagi ternak mereka,’’ bebernya.

Eko berharap prestasi ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh petugas di lapangan untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan, serta kewaspadaan terhadap penyakit ternak lainnya demi menjaga ketahanan pangan hewani.

Perlu diketahui, pengobatan PMD sejak 2022 sampai 2025 menyasar 62.122 ekor sapi, kambing, domba.

Sementara vaksinasi yang diberikan mencapai 319.795 dosis, baik divaksin 1, vaksin 2 dan booster. Vaksinasi ini bersumber dari dana APBN dan APBD Provinsi Jatim.

Sedangkan APBD Tuban digunakan untuk men-support alat-alat dan obat penunjang.

Saat ini, vaksinasi PMK terus dilaksanakan sesuai roadmap pengendalian hingga 2030. Vaksinasi dilakukan ulangan satu bulan dari vaksinasi pertama dan diulang enam bulan berikutnya.

Begitu seterusnya. Tujuannya, ternak sehat dan bebas PMK, sehingga produktivitas dan reproduksi ternak berjalan dengan baik.

Juga menjaga harga jual hewan ternak tetap tinggi dan peternak sejahtera.(fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#vaksinasi #PMK #penghargaan #publik #DKP2P Tuban #Jawa Timur