Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dukung Ketahanan Energi, Pertamina EP Tajak Dua Sumur Eksisting Sukowati

Yudha Satria Aditama • Jumat, 5 Desember 2025 | 15:13 WIB

Dua sumur eksisting Lapangan Sukowati mulai ditajak Pertamina EP menggunakan rig karya anak bangsa, menjadi bagian penguatan produksi migas nasional.
Dua sumur eksisting Lapangan Sukowati mulai ditajak Pertamina EP menggunakan rig karya anak bangsa, menjadi bagian penguatan produksi migas nasional.

RADARTUBAN – PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Sukowati Field, terus berupaya meningkatkan produksi minyak sebagai dukungan terhadap ketahanan energi nasional.

Saat ini tajak dua sumur eksisting di Pad B resmi dimulai oleh operator Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Blok Tuban tersebut.

Dilansir dari suarabanyuurip.com, Manager Community Relations and Community Involvement and Development (Comrel & CID) Pertamina EP Cepu Zona 11, Rahmat Drajat, menyampaikan bahwa seremoni tajak sumur SKW-08 ST dan SKW-038 ST telah berlangsung sejak 21 Oktober 2025.

“Dua sumur yang sedang ditajak tersebut merupakan sumur eksisting di Pad B Lapangan Sukowati yang dikelola oleh Pertamina EP Sukowati Field,” ujarnya, Selasa (11/11).

Baca Juga: Cerita Latif Wahyudi, Pemuda Tuban yang Bakal Ekspor Limbah Siwalan dengan Dukungan Pertamina

Rahmat menegaskan, tajak dua sumur itu dilakukan untuk mengoptimalkan kembali potensi produksi minyak Lapangan Sukowati yang sebelumnya dioperasikan Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), sebelum alih kelola penuh ke Pertamina EP pada Mei 2018.

Proses tajak menggunakan rig karya anak bangsa, Rig Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Namun, Rahmat belum dapat membeberkan detail teknis tajak.

“Karena termasuk data operasi, sehingga perlu persetujuan SKK Migas untuk penyampaiannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Lapangan Sukowati menjadi salah satu wilayah migas yang menerapkan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

Teknologi ini berfungsi menangkap karbon dioksida (CO₂) hasil aktivitas migas, kemudian menyuntikkannya kembali ke dalam reservoir untuk meningkatkan produksi (enhanced oil recovery) sekaligus menekan emisi.

Proyek strategis tersebut merupakan kolaborasi Pertamina bersama JOGMEC dan JAPEX dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut kerja sama dengan mitra Jepang tersebut menjadi bukti keseriusan Pertamina dalam menjalankan dekarbonisasi di sektor migas.

“Kerja sama strategis dengan Jepang sebelumnya berhasil di Lapangan Jatibarang, Indramayu, dan kini berlanjut di Lapangan Sukowati, Bojonegoro. Ini merupakan langkah nyata Pertamina dalam meningkatkan produksi sekaligus pengurangan emisi,” tuturnya.

Injeksi CO₂ dilakukan menggunakan peralatan khusus dengan volume 100 ton per hari selama 25 hari, disuntikkan melalui sumur SKW-26 dalam fase liquid maupun gas pada tekanan 1.000–1.500 psi. Injeksi tahap ini merupakan lanjutan setelah pilot huff and puff pada akhir 2023.

“Setelah injeksi tahap kedua, Pertamina akan melakukan evaluasi peningkatan produksi migas untuk penerapan penuh CO₂-EOR di Lapangan Sukowati dan dilanjutkan pada lapangan lain,” tambah Fadjar.

Program tajak dan implementasi CCUS tersebut diharapkan menjadi tonggak percepatan peningkatan produksi migas nasional di tengah agenda transisi energi. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#skk migas #lapangan sukowati #blok tuban #PT Pertamina