Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

BMKG Tuban Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Usai Puting Beliung Hajar Semanding

Shafa Dina Hayuning Mentari • Rabu, 10 Desember 2025 | 19:25 WIB

 

Rumah yang roboh akibat angin kencang
Rumah yang roboh akibat angin kencang

RADARTUBAN – Angin kencang yang merobohkan puluhan rumah di Kecamatan Semanding awal pekan ini bukanlah peristiwa tunggal.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban menegaskan, potensi cuaca buruk dan bencana hidrometeorologi masih membayangi Tuban dalam beberapa waktu ke depan.

Peringatan itu disampaikan Kepala BMKG Tuban Muhammad Nur menyusul dinamika atmosfer yang disebutnya bergerak sangat cepat dan sulit diprediksi secara kasat mata.

Kondisi ini memperbesar peluang munculnya cuaca ekstrem, terutama memasuki fase awal musim hujan.

“Saat ini sudah masuk pada musim hujan, sehingga kemungkinan terjadi cuaca buruk pasti akan ada hampir setiap hari. Intensitas hujan juga diprediksi meningkat seiring dengan puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2026 nanti,” kata Nur kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Nur menekankan, cuaca saat ini bersifat sangat dinamis. Perubahan dapat terjadi hanya dalam hitungan menit.

Situasi tersebut, menurutnya, menjadi faktor utama mengapa kewaspadaan publik perlu ditingkatkan.

“Awan cumulonimbus bisa berkembang sangat cepat. Jika sudah terbentuk, dampaknya bisa seperti angin puting beliung, hujan lebat, hingga angin kencang seperti Senin lalu. Karena itu semuanya perlu waspada, terlebih di kondisi perubahan cuaca yang bisa terjadi secara mendadak seperti saat ini,” lanjutnya.

Waspadai Bencana Hidrometeorologi

BMKG mencatat, awan cumulonimbus menjadi pemicu utama berbagai bencana hidrometeorologi.

Dampaknya tidak hanya sebatas badai atau hujan deras, tetapi juga berujung pada banjir, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin, hingga penurunan jarak pandang yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Perhatian khusus, kata Nur, perlu diberikan kepada warga yang tinggal di wilayah bertopografi curam, kawasan perbukitan, serta permukiman di sekitar tebing.

Risiko longsor dan banjir bandang menjadi ancaman nyata ketika intensitas hujan meningkat.

BMKG Minta Masyarakat Tenang

Meski demikian, mantan Kepala Stasiun Meteorologi Aek Godang, Sumatra Utara itu meminta masyarakat tidak terjebak kepanikan.

Sikap tenang namun siaga dinilai jauh lebih penting dalam menghadapi musim hujan yang penuh ketidakpastian.

“Semua elemen harus siap siaga untuk meminimalkan risiko bencana selama musim hujan berlangsung. Selain itu, diharap masyarakat mengikuti informasi resmi dari BMKG agar dapat mengambil langkah pencegahan sedini mungkin,” tandasnya.

BMKG Tuban memastikan akan terus memperbarui informasi cuaca dan peringatan dini sebagai bagian dari upaya mitigasi.

Saat cuaca tak lagi bisa ditebak, kesiapsiagaan menjadi benteng terakhir agar kejadian serupa di Semanding tak kembali memakan korban. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #Longsor #Bencana hidrometeorologi #Cuaca Buruk #kecamatan semanding #BMKG Tuban #Angin Kencang