RADARTUBAN - Angin puting beliung yang menyapu sejumlah desa di Kecamatan Semanding, Senin (8/12) sore, meninggalkan jejak ketakutan sebagian besar warganya.
Selasa (9/12) pagi, mereka yang masih trauma, mengais puing bangunan dan perabot rumahnya yang luluh lantak.
Ma'rifatin Soimah duduk tertegun di depan sisa rumahnya di Dusun Krajan, Desa Penambangan. Tempat hunian itu tinggal menyisakan rangka kayu.
Itu setelah genting-gentingnya diterbangkan. Wajah Rifa masih tampak pucat.
Tiga anaknya menempel di sisinya dan enggan menjauh. Mereka masih dicekam ketakutan.
Sesekali Rifa mengusap kepala anak-anaknya.
“Rumah kami tidak dapat ditempati lagi. Jadi sementara mengungsi di rumah orang tua di desa sebelah. Anak-anak semalam menangis tidak dapat tidur nyenyak, sepertinya masih trauma,” tuturnya.
Rifa masih ingat betul detik-detik rumah itu roboh disapu angin. Genting berjatuhan.
Kayu patah bersahutan. Dinding bergetar.
“Saya takut rumah ini ambruk setelah melihat genting dan kayu berjatuhan. Saya dan anak-anak bersembunyi di balik bilik kamar tidak berani keluar sembari menunggu suami pulang kerja,” ujarnya.
Kerusakan yang parah memaksa keluarga kecil ini pindah sementara ke rumah orang tua di Kelurahan Gedongombo.
“Sementara mengungsi, sembari menunggu kondisi rumah selesai diperbaiki,” tambahnya.
Tak jauh dari situ, Lina, 35, menghadapi pemandangan serupa. Halaman rumahnya penuh pecahan genting dan kayu.
Napasnya berat. Matanya menatap reruntuhan.
“Kondisinya tidak memungkinkan untuk ditempati. Kami sementara mengungsi di rumah kerabat,” imbuhnya. Kisah Rifa dan Lina hanya gambaran kecil dari kondisi pilu warga terdampak puting beliung.
Mengacu data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, skala kerusakan memang meluas.
Kepala Pelaksana BPBD Tuban Sudarmaji menyebut, angin kencang yang melanda Semanding menyapu sedikitnya 10 desa/kelurahan.
“Berdasarkan data sementara, total 282 rumah mengalami kerusakan. Dua fasilitas lembaga pendidikan juga terdampak,” ujarnya.
Sebagai langkah cepat, personel BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Tuban dikerahkan. Tim Reaksi Cepat (TRC) bergerak membersihkan pohon tumbang dan bangunan yang terhempas angin.
Sudarmaji mengingatkan agar masyarakat tetap siaga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan perubahan cuaca yang cepat dan sulit diprediksi. Terutama bagi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana untuk selalu bersiap jika sewaktu-waktu bencana akibat cuaca buruk melanda wilayahnya,” tandasnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban merilis data sementara dampak angin puting beliung yang terjadi pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Hingga pukul 15.00 WIB, kerusakan paling masif terpantau di Kecamatan Semanding.
Di wilayah ini, Desa Penambangan menjadi titik terdampak terparah dengan 134 rumah rusak dan 13 pohon tumbang.
Disusul Desa Tegalagung, tercatat 102 rumah rusak serta satu titik pohon tumbang.
Sementara itu, Desa Prunggahan Wetan juga melaporkan 20 rumah rusak, satu warung tertimpa pohon, dan tiga pohon tumbang.
Di Desa Prunggahan Kulon, sebanyak 14 rumah rusak dan satu pohon tumbang menimpa rumah warga.
Kerusakan fasilitas pendidikan juga terjadi di Desa Semanding. Tiga ruang kelas SDN Semanding dilaporkan rusak akibat hempasan angin.
Di desa yang sama, enam rumah warga turut mengalami kerusakan.
Dampak lainnya tersebar di beberapa titik berbeda di Kecamatan Semanding.
Desa Genaharjo mencatat lima rumah rusak, Desa Sembungrejo satu rumah rusak, serta Desa Gedongombo melaporkan satu pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan.
Di Desa Bektiharjo, satu pohon tumbang turut dilaporkan.
Selain Semanding, Kecamatan Tuban juga tak luput dari terjangan angin.
Baca Juga: Dokumentasi BPBD Tuban bersama Pak Wabup Tuban Joko Sarwono Gerak Cepat Salurkan Bantuan
Di Kelurahan Sidorejo, satu pohon tumbang di lingkungan SMAN 2 Tuban hingga mengganggu aktivitas sekolah.
BPBD Tuban masih melakukan asesmen lanjutan.
Petugas gabungan diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pembersihan material, mendata ulang bangunan terdampak, serta memastikan keamanan lingkungan pascakejadian.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa.
Namun, sejumlah keluarga dilaporkan membutuhkan tempat tinggal sementara akibat kondisi rumah yang tidak lagi layak huni.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. (*/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama