RADARTUBAN – Kolaborasi penguatan ekonomi dan sosial kembali membuahkan hasil membanggakan bagi Kabupaten Tuban.
Mitra CSR Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tuban berhasil meraih predikat Terinovatif II dalam Kategori Sosial Budaya dan Kependudukan melalui program pengolahan limbah sabut kulit siwalan menjadi media pelestarian kaligrafi berbahan kulit duplikat.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky atau Mas Lindra, didampingi Sekda Tuban Budi Wiyana, Kepala Bapperida Tuban Abdul Rakhmat, dan Ketua Dekranasda Tuban Aulia Hany Mustikasari.
Program inovasi tersebut digagas dua inovator, Latif Wahyudi dan M. Muzaini, melalui metode delignifikasi NaOH yang memungkinkan sabut kulit siwalan.
Baca Juga: Bupati Tuban Mas Lindra Bangga Inovasi Tubernova Jadi Solusi Pembangunan Daerah
Kulit siwalan yang selama ini menjadi limbah tanpa nilai ekonomi—diolah hingga memiliki fungsi baru, estetis, dan bernilai pelestarian budaya.
Tidak hanya mengurangi volume limbah, inovasi ini juga membuka ruang pemberdayaan masyarakat sekaligus pelestarian seni kaligrafi lokal.
Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tuban sebagai mitra CSR Program Kang Ebit, tercatat menjadi pihak yang mendorong implementasi inovasi, mulai riset, pelatihan pengolahan, hingga hilirisasi produk kreatif dari olahan siwalan tersebut.
Dukungan tersebut dinilai memberikan dampak langsung pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi alternatif berbasis potensi alam Tuban.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa limbah pun dapat memiliki nilai tinggi ketika dikembangkan dengan cata yang tepat,” ujar Latif Wahyudi, sang inovator.
Kategori Sosial Budaya dan Kependudukan sendiri tercatat menjadi salah satu sektor dengan ragam inovasi paling progresif dalam gelaran penilaian tahun ini.
Dengan capaian ini, Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tuban semakin menegaskan posisinya sebagai entitas korporasi yang aktif mendorong pengembangan masyarakat.
Salah satunya melalui skema CSR yang tepat sasaran, inovatif, dan berkelanjutan.
Dalam kompetisi Tubernova 2025, juga diserahkan penghargaan Terinovatif I untuk Rumah Berlian yang fokus pada pendampingan pemuda pencari kerja serta inovasi olahan buah siwalan bernilai jual sebagai alternatif pengganti kelapa.
Sedangkan Terinovatif III diraih oleh Pemanfaatan Limbah Buah Siwalan Tua Menjadi Olahan Serundeng Siwalan yang Bernilai Jual Tinggi sebagai Alternatif Pengganti Buah Kelapa. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama