Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Debat Bukan Sekadar Adu Argumen, Cara Tarisya Furnia Asah Public Speaking dan Berpikir Kritis

Shafa Dina Hayuning Mentari • Sabtu, 13 Desember 2025 | 20:35 WIB
Tarisya Furnia Putri Bhayangkara menjadikan debat sebagai sarana pengembangan diri dan latihan berpikir kritis
Tarisya Furnia Putri Bhayangkara menjadikan debat sebagai sarana pengembangan diri dan latihan berpikir kritis

RADARTUBAN- Debat seringkali dibayangkan sebagai pertarungan verbal yang menegangkan, penuh adu argumen, dan menuntut kecepatan berpikir.

Namun, bagi Tarisya Furnia Putri Bhayangkara, debat justru menjadi hal penting untuk pengembangan diri dan mengasah kemampuan public speaking.

Tarisya, sapaannya, sudah beberapa kali menjajal panggung debat. Salah satunya ajang debat nasional yang diadakan oleh Bawaslu RI.

Meski demikian, rasa gugup masih dia rasakan, meski telah familiar dengan ajang mempertahankan pendapat di depan publik.

"Awalnya pasti ada rasa gugup itu, seperti ada dorongan adrenalin yang membuat kita sedikit panik, tetapi untungnya setelah beberapa waktu berjalan dan kita mulai masuk ke inti argumen, rasa itu perlahan hilang. Akhirnya jadi lebih terbiasa," ujar Tarisya.

Menurut gadis 23 tahun itu, debat merupakan disiplin ilmu yang jauh lebih kompleks dan menantang daripada sekadar kemampuan public speaking biasa.

Itu karena debat menuntut kemampuan analisis mendalam terhadap isu yang dibahas, menyajikan logika yang kuat, hingga menyusun rangkaian argumen secara runtut dan mudah dicerna.

Mahasiswi jurusan hukum Universitas Sunan Bonang Tuban itu mengakui, dari serangkaian kemampuan yang harus dikuasainya itu, dia merasa lebih lebih percaya diri dalam berinteraksi sosial, berani untuk speak up dan menyuarakan pendapatnya di forum. Bahkan, merasakan peningkatan pesat pada kemampuan berpikir kritisnya.

"Keahlian dalam debat memang sangat membantu saat harus terlibat dalam diskusi kelompok. Saat menyampaikan pendapat pun aku merasa jadi lebih terstruktur dan jelas,” katanya.

Selain itu, dara asal Kecamatan Semanding ini menyebut, jika kemampuan managemen emosi juga sangat diperlukan saat dia melakukan kompetisi debat.

Menurutnya, dengan kemampuan mengelola emosi, argumen yang disampaikannya tetap terkontrol, bernalar, tidak terpancing provokasi tim lawan, dan tetap fokus pada substansi masalah.

"Pengalaman debat memang bisa menjadi fondasi kokoh untuk membentuk kemampuan diri, mengubah rasa gugup menjadi berani, dan pastinya kemampuan berpikir kritis. Kemampuan-kemampuan tersebut akan sangat berguna untuk kehidupan,” tandas gadis berzodiak Cancer itu.(saf/ds)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #pengembangan diri #public speaking #Tarisya Furnia Putri Bhayangkara #kepercayaan diri #logika #debat