Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Catatan Refleksi Akhir Tahun Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban

Dwi Setiyawan • Senin, 22 Desember 2025 | 21:32 WIB
Wajah baru gedung Perpustakaan Kecamatan Palang yang berada di wilayah pesisir utara Tuban.
Wajah baru gedung Perpustakaan Kecamatan Palang yang berada di wilayah pesisir utara Tuban.

RADARTUBAN- Peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tuban kian bergerak ke garis depan pembangunan sumber daya manusia.

Tidak lagi sebatas urusan buku dan berkas, lembaga ini menjelma menjadi salah satu pilar penting dalam menyiapkan generasi Tuban menyongsong Indonesia Emas 2045.

Di bawah arahan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Dispersip Tuban menempatkan literasi dan kearsipan sebagai strategi jangka panjang.

Arah kebijakan itu diterjemahkan melalui langkah konkret: pembangunan perpustakaan yang representatif, pemenuhan koleksi bahan pustaka, pembinaan perpustakaan di berbagai lini, hingga penguatan layanan berbasis digital.

Semua dirancang untuk mendekatkan pengetahuan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Hasilnya mulai terlihat. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Tuban menunjukkan tren naik yang konsisten.

Pada 2022, IPLM berada di angka 53,88, meningkat menjadi 55,40 pada 2023. Selanjutnya, 56,24 di 2024.

Tahun 2025, target dipatok lebih tinggi di angka 57,34. Capaian ini menjadi penanda bahwa literasi tidak berhenti sebagai jargon, namun bergerak sebagai kerja nyata yang terukur.

Dari sisi kualitas layanan, pengakuan publik datang melalui nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Tahun ini, Dispersip Tuban meraih predikat A atau sangat baik dengan skor 94,25.

Angka ini sejalan dengan tingginya tingkat kunjungan masyarakat yang mencapai 532.800 pengunjung. Rinciannya, Perpustakaan Daerah sebanyak 24.896 pengunjung, Perpustakaan Kecamatan 44.357 pengunjung, Perpustakaan Kemitraan 264.198 pengunjung, Mobil Perpustakaan Keliling 20.794 pengunjung, layanan otomasi perpustakaan 175.670 pengunjung, serta TULIB (Tuban Digital Library) 2.885 pengunjung.

Kepala Dispersip Kabupaten Tuban, Drs. Endro Budi Sulistyo mengatakan, kerja institusinya tidak berhenti pada literasi baca. Di balik rak buku dan layar digital, kata dia, ada kerja sunyi yang menentukan masa depan tata kelola pemerintahan, yakni kearsipan.

"Sepanjang tahun ini, pengawasan kearsipan dilakukan pada 20 perangkat daerah, disertai pembinaan tata kearsipan di 31 perangkat daerah, desa, dan lembaga,’’ terang mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban itu.

Digitalisasi arsip melalui aplikasi SRIKANDI, lanjut dia, terus diperluas. Itu seiring meningkatnya penggunaan oleh perangkat daerah. Langkah ini diyakini berdampak langsung pada peningkatan nilai SPBE atau Pemerintah Digital Kabupaten Tuban ke depan.

Lebih lanjut Endro menyampaikan, kualitas penyelenggaraan kearsipan juga diukur secara ketat. Melalui Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2025, hasilnya menunjukkan 3 perangkat daerah meraih nilai AA, 8 perangkat daerah memperoleh A, 5 perangkat daerah bernilai BB, dan 4 perangkat daerah berada di nilai B.

Angka-angka ini mencerminkan kerja bertahap menuju standar kearsipan yang tertib, akuntabel, dan berkelanjutan.

Dalam konteks perlindungan arsip, terang dia, Dispersip Tuban menegaskan posisinya sebagai penjaga memori daerah. Dari akuisisi, preservasi, pengolahan, hingga akses arsip statis. Termasuk pemusnahan arsip yang tidak memiliki nilai guna sejarah, semuanya dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

Bahkan, penyelamatan dan restorasi arsip desa akibat bencana menjadi bagian dari kerja nyata menjaga jejak sejarah di tingkat paling dasar.

Upaya mendekatkan arsip kepada publik, kata dia, diwujudkan melalui inovasi WARASMAS (wisata arsip anak sekolah dan masyarakat). Program ini menembus enam besar Tubernova kategori inovasi perangkat daerah dan telah memperoleh Surat Pencatatan Ciptaan dari Kementerian Hukum melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

"Galeri WARASMAS menyajikan dokumentasi bernilai historis tinggi, mulai Tuban tempo dulu, potret bupati dari masa ke masa, hingga berbagai catatan sejarah daerah. Tujuan utamanya, agar generasi muda Tuban tidak tercerabut dari akar sejarahnya sendiri,’’ paparnya.

Endro menegaskan, seluruh rangkaian kerja ini memperlihatkan satu benang merah: menjaga memori Tuban sebagai fondasi pembangunan masa depan. Bukan sekadar administrasi, melainkan strategi menjaga identitas, sejarah, dan dokumen vital agar tetap hidup dan dapat dipertanggungjawabkan oleh generasi berikutnya.

Sejalan dengan slogan Arsip Memori Kolektif Bangsa dan Literasi untuk Kesejahteraan, Dispersip Tuban menegaskan bahwa membaca, belajar, dan mengelola memori daerah adalah jalan panjang menuju masyarakat yang lebih berdaya dan sejahtera.

Dengan demikian, Dispersip Kabupaten Tuban menempatkan seluruh kerja ini sebagai investasi jangka panjang. Investasi pengetahuan dan ingatan kolektif yang kelak menentukan bagaimana Tuban dikenang, dibaca, dan dilanjutkan oleh generasi masa depan.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #dispersip #Bupati Tuban #literasi #kearsipan #Aditya Halindra Faridzky