RADARTUBAN – Pemkab Tuban melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) sukses menggelar Festival IKM dan Gebyar Kreasi Batik.
Acara yang berlangsung di Taman Hutan Kota Abhipraya Tuban itu dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, Jumat (19/12) malam.
Acara tahunan itu sukses menarik perhatian ribuan masyarakat untuk menyaksikan beragam potensi IKM sekaligus menyaksikan panggung hiburan para pelaku seni dan budaya Kota Legen.
Pada pembukaan, acara semakin meriah dengan peragaan busana bertema Lawening Tuban yang menampilkan karya batik tulis tenun gedhog.
Pengunjung juga dihibur dengan penampilan bintang tamu Cantika Davina.
Foto-foto selengkapnya di sini...
Sekda Kabupaten Tuban, Budi Wiyana mengungkapkan IKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemkab Tuban berkomitmen konsisten memberikan pendampingan, fasilitasi, serta ruang promosi bagi pelaku IKM.
Tujuannya, agar mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
‘’Melalui Festival IKM dan Gebyar Batik ini, kita memperkenalkan produk-produk unggulan IKM Tuban sekaligus mendorong inovasi, kreativitas, dan peningkatan kualitas produk agar mampu menembus pasar nasional dan global,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Wiyana memberikan apresiasi terhadap produk-produk yang dipamerkan.
Menurutnya, produk hasil IKM binaan Disnakerin yang berkolaborasi dengan ISI Yogyakarta ini memiliki mutu yang berkualitas dan layak tembus di pasar nasional bahkan global.
Pada hari pertama kegiatan, sekaligus digelar Tuban Mencanting yang diikuti ratusan pelajar. Mereka dilatih secara langsung untuk membatik, mulai dari proses awal hingga menjadi kain batik siap pakai.
Langkah ini sebagai komitmen untuk melestarikan warisan luhur kabupaten Tuban.
Terlebih lagi Kabupaten Tuban menjadi yang pertama di Jawa Timur telah diterbitkannya dokumen Indikasi Geografis (IG) untuk produk kerajinan berupat Sertifikat Indikasi Geografis (IG) Batik Tulis Tenun Gedhog Tuban
Sementara itu, Kepala Disnakerin Tuban, Rohman Ubaid menjelaskan bahwa Festival IKM menjadi bagian penutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-723 Kabupaten Tuban.
Festival IKM dan Gebyar Kreasi Batik Tuban 2025 digelar sebagai wadah meningkatkan daya saing IKM. Sekaligus sarana promosi dan pemasaran produk-produk lokal agar semakin dikenal masyarakat luas.
Sesuai arahan Bupati Tuban Mas Lindra, Disnakerin Tuban diinstruksikan agar dapat memaksimalkan potensi lokal menjadi produk unggulan.
Sehingga mampu mempercepat gerak roda perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ubaid mengatakan Festival IKM dan Gebyar Kreasi Batik diadakan selama 3 hari dan terbuka untuk umum.
Dalam festival ini diperkenalkan berbagai produk baru dari 11 sentra IKM binaan Disnakerin Tuban selama 2025.
Sebanyak 11 sentra IKM tersebut meliputi mebel dan kerajinan kayu, gerabah, kerajinan bambu, bata merah, kerajinan kulit, meja lipat dari limbah kayu, batik dari berbagai kecamatan, hingga sentra kayu dan batu bata.
Di area pameran batik, pengunjung dapat menyaksikan seluruh potensi batik Tuban dari Kecamatan Kerek, Semanding, Palang, Merakurak, Plumpang, dan Widang.
Turut ditampilkan pula stand Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) yang menghadirkan demo pembuatan Tenun Gedhog Tuban, serta inovasi tenun kreasi baru “Table Loom” yang disesuaikan dengan dinamika pasar wastra nasional.
Tak hanya itu, festival ini juga menghadirkan 14 stand paguyuban IKM, stand pemenang lomba IKM, stand IKM unggulan batik, olahan makanan dan minuman, kerajinan, serta stand pelayanan dari OPD dan perusahaan sponsor.
Rangkaian acara Festival IKM dan Gebyar Kreasi Batik Tuban 2025 berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama, digelar edukasi membatik “Tuban Mencanting”, peluncuran produk sentra IKM, penerimaan hadiah lomba IKM, serta
Hari kedua diisi dengan hiburan lokal dan Grand Final Lomba Icon Model Fashion Batik, sedangkan hari ketiga ditutup dengan edukasi mewarnai gerabah bagi 200 siswa TK-B, talkshow IKM bertema strategi peningkatan daya saing IKM menuju pasar nasional dan global.
Sejumlah layanan publik turut disediakan, seperti cek kesehatan gratis, pelayanan perizinan, hingga donor darah. (yud)
Editor : Yudha Satria Aditama