RADARTUBAN – Proses pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) terutang memang sudah berjalan. Namun, bagi guru madrasah tersertifikasi, kegelisahan belum berakhir.
Di pengujung 2025, tunjangan bulan November dan Desember belum juga masuk rekening. Padahal, kalender tinggal hitungan hari.
Data Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) mencatat, keterlambatan pencairan bukan hal baru.
Setahun terakhir, masalah seperti ini terjadi berulang. Ketua Pengurus Daerah PGMM Tuban Khoirul Umam menyebut, persoalan tunggakan TPG bukan hal baru.
PGMM Jawa Timur sudah berulang kali berkomunikasi dengan Kanwil Kemenag Jatim. Hasilnya nihil.
“Ini penting untuk menjamin kepastian penghasilan serta menjaga profesionalitas guru madrasah dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya saat diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban.
Menurut Umam, keterlambatan yang terus berulang memicu ketidakpastian.
Padahal, yang dibutuhkan guru sangat sederhana, kepastian administrasi dan tata kelola yang baik.
“Ketidakpastian jadwal dan pola pencairan perlu diperhatikan yang lebih serius dari seluruh pemangku kebijakan,” beber pengajar asal Kecamatan Soko itu.
Keterlambatan TPG, lanjut Umam, berpengaruh langsung pada kondisi ekonomi, psikologis, dan rasa keadilan guru madrasah. Terlebih, di sejumlah provinsi lain pencairan berjalan lebih tertib dan tepat waktu.
Karena itu, PGMM mendorong Kemenag RI menetapkan standar nasional pencairan TPG yang adil dan seragam. Tidak timpang antarprovinsi.
“Kami sebagai organisasi profesi PGMM berkomitmen terus memperjuangkan hak guru madrasah melalui jalur dialog dan mekanisme yang sah,” tegasnya.
Nada senada disampaikan Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN) Tuban.
Tinik, salah satu anggota PGIN mempertanyakan alasan keterlambatan pencairan TPG di Jawa Timur yang terus berulang.
Dia juga menyoroti perbedaan perlakuan antardaerah. Saat sejumlah kabupaten/kota belum cair, Kabupaten Sumenep justru sudah menerima TPG beberapa pekan lalu.
“Padahal, sama-sama Jatim kok bisa Sumenep diawalkan,” keluhnya.
Para guru, kata dia, sebenarnya berniat mendatangi Kanwil Kemenag Jatim untuk meminta penjelasan. Namun, niat itu masih tertahan.
“Makanya, ini kami menunggu tanggal 29, 30, dan 31, kalau tidak cair berarti ya tahun depan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Tuban Lukman Hakim belum memberikan keterangan terkait keterlambatan pencairan TPG di akhir tahun ini maupun ketidakpastian jadwal pencairan.
Pertanyaan wartawan koran ini yang dikirim melalui WhatsApp (WA) yang bersangkutan, Minggu (28/12) pukul 16.30, sampai berita ini ditulis pukul 18.20, belum direspons.(fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama