Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

PKL Yos Sudarso Keluhkan Dampak Relokasi, DPRD Tuban Gelar Dialog Lanjutan

M. Mahfudz Muntaha • Rabu, 31 Desember 2025 | 23:38 WIB
PKL Jalan Yos Sudarno saat melakukan audiensi dengan Komisi III DPRD Tuban, kemarin (30/12).
PKL Jalan Yos Sudarno saat melakukan audiensi dengan Komisi III DPRD Tuban, kemarin (30/12).

 

RADARTUBAN - Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Jalan Yos Sudarso kembali mendatangi Gedung DPRD Tuban, kemarin (30/12).

Mereka datang bersama Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Tuban untuk menyampaikan aspirasi dan menagih realisasi sejumlah janji Pemkab Tuban pascarelokasi.

Sejak direlokasi dari kawasan Alun-alun pada Oktober lalu, para pedagang menilai belum ada perubahan signifikan terhadap kondisi usaha mereka.

Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Komisi III DPRD Tuban melalui audiensi.

Ketua PC PMII Tuban Roviq Wahyudin mengatakan, audiensi kembali dilakukan karena sejumlah kesepakatan sebelumnya dinilai belum dijalankan.

“Untuk itu pedagang menuntut kembali janji-janji tersebut,” ujarnya.

Menurut Roviq, salah satu janji yang dinilai belum terealisasi adalah revitalisasi dan pengaktifan kembali kawasan wisata Pantai Boom.

Para pedagang berharap, meningkatnya kunjungan wisata dapat berdampak pada pendapatan PKL.

“Kemudian juga perlu dilakukan penataan lebih baik,” bebernya.

Selain itu, PKL meminta agar kendaraan elf pengangkut peziarah serta kendaraan pribadi diarahkan untuk parkir di area Pantai Boom.

“Karena selama ini PKL banyak yang melihat kendaraan yang diparkirkan di halaman kantor pos,” imbuhnya.

Aspirasi lain yang disampaikan adalah perlunya penyelenggaraan kegiatan atau event di kawasan Pantai Boom untuk menarik kunjungan masyarakat.

Para pedagang juga meminta dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan penataan kawasan.

Ketua Komisi III DPRD Tuban Tulus Setyo Utomo menegaskan pentingnya komunikasi yang lebih intens antara pemerintah daerah dan para PKL agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Tentunya penting untuk melibatkan para PKL dalam pengambilan kebijakan,” katanya.

Dia mendorong agar pemerintah daerah segera membuka ruang dialog lanjutan sehingga aspirasi para pedagang dapat terakomodasi.

Sementara itu, Ketua Tim Penertiban PKL dan Penataan Ruang Publik Sutaji menyampaikan bahwa sejak November lalu para PKL di Jalan Yos Sudarso sebenarnya sudah mulai memperoleh pemasukan.

Dia mencontohkan keterlibatan PKL dalam rangkaian Hari Jadi Tuban (HJT) ke-732, termasuk saat upacara puncak yang digelar di sekitar alun-alun.

Menurut Sutaji, peningkatan pengunjung juga terjadi saat libur Lebaran yang bertepatan dengan masuknya bulan Rajab.

Berdasarkan data yang dimilikinya, setiap akhir pekan terdapat sekitar 100 kendaraan elf per hari yang parkir di kawasan Pantai Boom.

Dengan rata-rata 18 penumpang per kendaraan, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 1.800 orang per hari. Jumlah tersebut belum termasuk kendaraan pribadi.

“Tentu pengunjung yang berbelanja tidak satu atau dua orang pasti banyak, buktinya ada pedagang yang sampai kehabisan barang,” bebernya.

Dengan kondisi tersebut, Sutaji menilai pemerintah daerah telah berupaya mendorong peningkatan aktivitas ekonomi PKL.

Dia juga menyebutkan bahwa program penataan terus disiapkan.

Sebanyak 61 PKL akan mendapatkan tenda baru yang rencananya mulai dibagikan pada 1 Januari mendatang.

“Harapannya tampilan pedagang lebih baik agar menarik semakin banyak pembeli,” pungkasnya. (fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#DPRD #Tuban #pedagang #audiensi #pmii #pkl