RADARTUBAN – Berantakannya sistem pelayanan poli penyakit dalam RSUD Ali Manshur Jatirogo yang dikeluhkan para pasien akhirnya terungkap.
Setelah sempat bungkam, pihak rumah sakit akhirnya angkat suara, kemarin (30/12).
Kepada Jawa Pos Radar Tuban, Direktur RSUD Ali Manshur Jatirogo Roikan menyebut keterbatasan dokter spesialis penyakit dalam menjadi akar persoalan utama.
‘’Selama ini, dokter yang bertugas juga harus membagi waktu atau merangkap tugas di rumah sakit lainnya. Salah satunya RSUD dr R Koesma Tuban,’’ terangnya.
Meski telah ada tiga dokter yang bertugas pada jadwal yang telah ditentukan mulai Senin-Sabtu, kata Roikan, dokter spesialis penyakit dalam tersebut juga memiliki tanggung jawab di rumah sakit lainnya.
‘’Kami memahami ketidaknyamanan pasien, kritik, dan masukan ini tentu akan menjadi evaluasi serius bagi kami untuk membenahi sistem jam operasional dan pelayanan kepada masyarakat,’’ jelasnya.
Dokter gigi yang juga Plt kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban itu mengatakan, jika saat ini jumlah dokter spesialis penyakit dalam di Tuban masih kurang.
Kondisi tersebut justru sangat kontras dengan kebutuhan masyarakat yang meningkat, khususnya di RSUD Ali Manshur.
‘’Rata-rata per harinya kurang lebih 50 pasien penyakit dalam mengantre di sini (RSUD Ali Manshur, Red),’’ tegasnya.
Lebih lanjut Roikan menyampaikan, selain rangkap tugas, para dokter spesialis itu juga harus berjibaku dengan jarak tempuh dengan rumah sakit lainnya.
‘’Dokter spesialis yang bertugas (di RSUD Ali Manshur, Red) ada yang dari RSUD dr R Koesma dan ada yang dari Bojonegoro,’’ kata dia.
Problem jam operasional poli penyakit dalam RSUD Ali Manshur, lanjut Roikan, telah menjadi atensi rumah sakitnya sejak lama.
‘’Tidak ada solusi lain, selain merekrut dokter baru,’’ tegasnya.
Untuk memenuhinya, dia mengaku sejak tahun-tahun sebelumnya sudah berupaya keras mencari tenaga baru di posisi dokter spesialis penyakit dalam, namun hingga saat ini belum membuahkan hasil.
‘’Kami masih kesulitan mencari dan belum menemukan yang tepat, sampai saat ini kami masih berupaya mencarinya agar persoalan di poli penyakit dalam bisa secepatnya terurai,’’ pungkasnya.(an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama