RADARTUBAN – Ibarat pekerjaan rumah yang belum selesai, optimalisasi pasar rakyat yang sudah telanjur dibangun patut menjadi resolusi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban untuk dituntaskan pada 2026.
Anggota Komisi III DPRD Tuban Lukmanul Hakim mengatakan, pembangunan pasar rakyat di Kabupaten Tuban ibarat nasi sudah menjadi bubur.
Anggaran miliaran dari dana hibah Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan sebagian dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) itu telah berubah menjadi bangunan permanen.
Luki, sapaan akrab Lukmanul Hakim menegaskan, meski kondisinya sepi, dan bahkan masuk kategori mangkrak, tapi tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk membiarkan.
‘’Ketika nasi sudah menjadi bubur, maka tugas pemerintah daerah saat ini adalah menjadikan bubur agar tetap bisa dimakan dengan enak dan memberikan manfaat untuk masyarakat,’’ ujarnya menyikapi kondisi Pasar Rakyat Kenduruan, Pasar Rakyat Bulu, dan Pasar Rakyat Penambangan, yang sampai saat ini kondisinya masih sangat sepi.
Disinggung ihwal kebijakan yang salah konsep sejak “dalam pikiran”, politikus muda Partai NasDem itu menyakini bahwa pembangunan pasar rakyat memiliki tujuan baik.
Hanya saja, apakah sebelumnya sudah dilengkapi dengan analisa bisnis atau tidak? Itulah yang menurutnya patut dipertanyakan.
Luki menjelaskan, ibarat sebuah proyek, analisa bisnis adalah masterplan atau cetak birunya untuk mencapai strategi jangka panjang secara komprehensif.
Dari proses analisa hingga identifikasi masalah dan potensi dari program yang ingin dicapai.
‘’Kalau ternyata sudah ada (analisa bisnis, Red), tapi belum jalan, itulah yang nanti akan dikawal untuk bersama-sama mencarikan solusi,’’ katanya.
Lebih lanjut, mantan jurnalis itu memberikan analogi sebuah rel dibangun untuk memandu dan mengarahkan jalannya kereta api.
Artinya, rel menjadi sarana jalur transportasi kereta. Pun demikian dengan pasar, dibangun sebagai sarana untuk memudahkan transaksi jual beli barang dan jasa.
Pertanyaannya, apa yang salah ketika pasar sudah dibangun, tapi sepi dari kegiatan transaksi jual beli?
‘’Sekali lagi, saya meyakini bahwa tujuan pembangunan pasar rakyat itu baik. Tapi, baik saja tidak cukup jika tidak ada analisa bisnisnya,’’ tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Pemkab Tuban mendapat program pembangunan pasar rakyat dari dana hibah Kemendag sebanyak tiga titik.
Yakni, di Kecamatan Kenduruan, Kecamatan Bancar, dan Kecamatan Semanding.
Aset ketiga bangunan tersebut telah diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dikelola.
Sayangnya, kondisi bangunan pasar yang menghabiskan dana miliaran itu cukup memprihatinkan.
Utamanya Pasar Rakyat Kenduruan dan Pasar Rakyat Bulu, Kecamatan Bancar. Pasca diresmikan beberapa tahun lalu, kini kondisinya masih sepi dan tidak terawat.(tok)
Editor : Yudha Satria Aditama