Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Risa Virgiyanti Maharani, Mahasiswi ITS Asal Tuban yang Menemukan Jalan di Dunia Modeling

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 1 Januari 2026 | 13:30 WIB
Risa Virgiyanti Maharani.
Risa Virgiyanti Maharani.

RADARTUBAN - Risa Virgiyanti Maharani mengaku sama sekali tidak memiliki niat awal untuk terjun ke dunia peragaan busana. Semua berawal tanpa kesengajaan.

Ibundanya merupakan pengusaha aksesori. Sedangkan kakaknya merupakan model semasa duduk di bangku sekolah.

Dua orang terdekatnya inilah yang  justru menjadi jembatan pembuka jalan di bidang modeling ini.

‘’Karena kakak punya banyak relasi di dunia model, ada seorang make up artist (MUA) yang tertarik melihat postur badan dan karakter wajahku,” kenang Risa, panggilan akrabnya.

Dari hal tersebut, mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu kemudian diminta menjadi model pengantin (wedding model).

Siapa sangka, pengalaman pertama itu membuahkan kepuasan tersendiri. Terutama, saat dia mulai menghasilkan pendapatan dari hobinya tersebut.

Bagi dara asal Tuban itu, menjadi model bukan sekadar soal paras yang menawan, melainkan percaya diri menjadi kunci untuk tampil apik di depan jepretan kamera.

Walau demikian, pada awal karirnya Risa sempat merasa tidak percaya diri yang berimbas pada hasil foto yang terlihat kaku.

‘’Model itu bukan cuma soal komunikasi, tapi juga olah bakat. Dulu aku tidak percaya diri, jadinya kaku. Tapi seiring seringnya mengikuti berbagai acara dan event, gerakanku bisa jadi lebih luwes," jelasnya.

Mahasiswi jurusan teknis infrastruktur sipil itu juga mematahkan anggapan bahwa mode adalah bakat lahir.

Menurutnya, siapa pun bisa berkarir di bidang ini. Terlebih, mulai menjamurnya agensi-agensi model serta pelatihan dan les menjadi kesempatan yang bisa diambil oleh semua orang.

Sebagai mahasiswi di kampus bergengsi, Risa tidak menampik adanya benturan waktu.

Kesibukan akademik yang padat membuatnya tidak memiliki waktu untuk fokus dan tetap konsisten di dunia model.

Titik balik konsistensinya muncul saat ia bergabung dalam ajang Putra Putri Batik Tuban.

Keterlibatannya dalam organisasi ini memberinya ruang untuk terus aktif melalui berbagai undangan acara dan agenda.

‘’Bergabung di Putra Putri Batik ini membuat aku bisa tetap konsisten. Pun saat melakoni dunia modeli, ada rasa senang tersendiri karena aku tahu bahwa kehadiranku masih dibutuhkan di bidang ini," pungkasnya.(saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Passion #its #Nduk Radar Tuban #modeling