Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Satu Dokter Spesialis Jantung RSUD Tuban Mengundurkan Diri, Diduga Tak Cocok dengan Rekan Kerja

Ahmad Atho’illah • Senin, 5 Januari 2026 | 17:59 WIB
RSUD dr. R. Koesma Tuban.
RSUD dr. R. Koesma Tuban.

RADARTUBAN - Belum beres mengatasi persoalan minimnya jumlah dokter spesialis radiologi yang menyebabkan antrean pasien hingga berhari-hari.

Kini, RSUD dr. R. Koesma Tuban malah terancam kehilangan satu dokter spesialis jantung.

Berdasarkan informasi yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, dr. Fani Suslina, Sp. JP, salah satu dokter spesialis jantung RSUD ini dikabarkan mengundurkan diri.

Sumber terpercaya wartawan koran ini mengatakan, surat pengunduran diri yang bersangkutan tercatat sejak 1 Januari 2026.

Praktis, kini RSUD hanya memiliki satu dokter spesialis jantung, yakni dr. Hariman Kristian, Sp.JP. Itu pun, saat ini masih menempuh program pendidikan di China.

Lantas, bagaimana nasib pelayanan penyakit jantung di rumah sakit plat merah Pemkab Tuban ini?

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban, drg. Heni Purnomo Wati membenarkan ihwal mundurnya satu dari dua dokter spesialis jantung tersebut.

Namun, dia memastikan bahwa pelayanan penyakit jantung di RSUD masih berjalan sebagaimana biasanya.

‘’Iya, yang bersangkutan (dr. Fani Suslina) pindah ke Banten, tapi baru akhir Januari nanti (setelah dr. Hariman menyelesaikan pendidikannya, Red),’’ katanya.

Disinggung ihwal alasan pengunduran diri dr. Fani Suslina yang terbilang mendadak tersebut.

Dokter Heni memberikan jawaban cukup mengejutkan dan membenarkan isu yang berkembang, yakni lantaran masalah personal dengan teman seprofesinya, dokter Hariman.

‘’(Mengundurkan diri dan pindah ke Banten, Red) karena tidak cocok dengan dokter Hariman,’’ ungkapnya.

Apakah tidak ada upaya pendamaian mengingat sulitnya mencari dokter spesialis, Heni mengaku upaya “merujukan” kembali dua kolega tersebut sudah dilakukan.

Namun, keputusan dr. Fani Suslina untuk resign sudah final. ‘’Sudah kami upayakan (agar dr. Fani Suslina, Red),’’ tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, problem yang sama juga terjadi pada dokter spesialis radiologi yang menyebabkan antrean hingga berhari-hari.

Dalam pernyataan sebelumnya, Heni mengaku masih kekurangan satu dokter spesialis radiologi.

Segala upaya telah dilakukan untuk mencukupi kebutuhan dokter radiologi.

Hanya saja, hingga saat ini masih belum dapat. Bahkan, beberapa kali dibuka formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dokter spesialis radiologi, pun tidak ada yang mendaftar.

‘’Dokter spesialis itu langka,’’ tandasnya. (tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #rsud #dokter #spesialis jantung