RADARTUBAN - Rencana Pemadam Kebakaran (Damkar) Tuban membuka pos baru di wilayah Kecamatan Bancar menghadapi tantangan serius.
Bukan soal sarana maupun wilayah cakupan, melainkan keterbatasan jumlah personel yang hingga kini belum kunjung teratasi.
Kendati memiliki personel terbatas tak menjadi penghalang petugas penjinak api berseragam orange itu menunda memperluas layanan di wilayah ujung barat Tuban.
‘’Kami tetap akan buka Pos Damkar Bancar, rencananya 12 Januari mendatang,'’ tegas Kabid Damkar Satpol PP Damkar Tuban Sutaji kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (5/1).
Rencana positif tersebut tampaknya terancam pincang jika menilik jumlah total personel saat ini yang dinilai jauh dari kata ideal.
Saat ini, Damkar Tuban hanya ditopang total 52 personel, meliputi petugas lapangan, staf, dan kepala bidang.
Jumlah tersebut sudah termasuk personel yang bertugas pada empat pos, yakni Pos Mako Tuban, Pos Damkar Rengel, Pos Damkar Singgahan, dan Pos Damkar Jatirogo. Semula, di setiap empat pos itu diisi rata-rata 10-12 personel.
Sutaji menyampaikan, pembukaan Pos Damkar Bancar merupakan kebutuhan mendesak.
Wilayah Kecamatan Bancar memiliki jarak cukup jauh dari pos terdekat, sehingga waktu respons kerap menjadi persoalan ketika terjadi kebakaran atau kondisi darurat.
‘’Wilayah ini (Kecamatan Bancar, Red) rawan dan cukup jauh dari pos yang ada. Kalau menunggu armada dari Jatirogo atau Mako Tuban, jelas memakan waktu,’’ bebernya.
Keterbatasan personel memaksa Damkar Tuban mengambil langkah kompromi.
Demi membuka Pos Damkar Bancar, pihaknya harus mengurangi jumlah petugas di empat pos yang sudah ada. Skema ini dinilai jauh dari ideal dan berpotensi membebani petugas di lapangan.
‘’Terus terang ini pilihan sulit. Mau tidak mau kami harus merampingkan personel di empat pos untuk kami tarik ke Pos Bancar,'’ jelas lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Dr Soetomo Surabaya itu.
Disinggung terkait jumlah kekurangan personel yang harus dipenuhi, Sutaji menegaskan pihaknya telah berulang kali mengajukan permohonan penambahan personel kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)Tuban.
Pengajuan tersebut dilakukan mengingat beban kerja Damkar yang tidak hanya sebatas pemadaman kebakaran, namun juga evakuasi, penyelamatan, hingga penanganan kejadian non-kebakaran.
‘’Sudah kami ajukan, tapi sampai sekarang belum ada kepastian. Total ada 23 personel yang saat ini kami butuhkan, semoga persoalan ini bisa segera teratasi,'’ tandasnya.(an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama