RADARTUBAN - Bagi sebagian remaja, tampil di depan banyak orang, sangat mendebarkan. Namun, bagi Nadjwa Isyqiya, panggung catwalk justru menjadi tempat ternyamannya untuk mengekspresikan diri.
Dara asal Desa Leran, Kulon Kecamatan Palang itu mengaku sudah tertarik pada dunia modeling sejak duduk di bangku awal SMA.
Meski masih tergolong baru merintis karir di bidang ini, dia begitu menikmati pengalaman berlenggak-lenggok di atas panggung mode.
Menurut Qiya, sapaan karib Nadjwa Isyqiya, modeling bukan sekadar pamer kecantikan di depan banyak orang, melainkan sebagai media untuk mengekespresikan diri dengan kuat dan bebas.
‘’Aku percaya melalui modeling aku bisa belajar banyak hal, mulai dari cara membawa diri dan mengekspresikan diri melalui hal-hal yang positif,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Meski kini tampak tenang dan anggun kala tampil di depan kamera, perjalanan Qiya tidaklah instan.
Di awal kariernya, dia harus berjuang keras menaklukkan kecanggungan.
Dia juga mengakui tantangan terbesar yang dihadapinya bukanlah menghafal gerakan, melainkan membangun kepercayaan diri saat harus berdiri di depan lensa kamera dan di hadapan orang banyak.
‘’Sekarang jauh lebih percaya diri dan mulai mengerti ritme di bidang ini, meski aku tergolong masih sangat baru. Penampilanku saat Batik Tuban Fashion and Carnival jadi yang paling berkesan, karena saat itu aku merasakan kepuasan tersendiri saat mendapat apresiasi positif dari penonton,” terang Qiya.
Dalam memandang dunia model, gadis berzodiak Gemini ini memiliki prinsip yang cukup dewasa.
Menurutnya, modal fisik saja tidak cukup untuk bertahan di industri yang kompetitif ini. Seorang model juga membutuhkan mental yang kuat, siap menerima kritik, disiplin dalam menjaga waktu dan penampilan.
‘’Selain itu model juga butuh attitude yang baik, sopan, pandai menjaga penampilan, dan pastinya harus profesional,” tutur siswi kelas XI salah satu sekolah di Tuban itu.
Meski telah tampil mengesankan dalam ajang modeling, gadis berzodiak Gemini ini tetap dituntut untuk terus menjaga standar tinggi, baik dalam penampilan, fisik, maupun profesionalisme.
Tak jarang, Qiya harus pandai membagi waktu antara sekolah dan kegiatan modelingnya.
Baginya, pendidikan tetap menjadi prioritas utamanya, meski dia sedang meniti karir di dunia modeling.
‘’Aku optimistis bisa belajar dan meniti karir lebih jauh lagi di dunia modeling, dan berusaha agar bisa dikenal lebih luas lagi di bidang ini,” tandas gadis yang juga hobi menggambar itu. (saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama