Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lima Kandidat Doktor Unisma Tularkan Moderasi Beragam di Tuban

M. Mahfudz Muntaha • Kamis, 8 Januari 2026 | 08:03 WIB
Lima Kandidat Doktor Unisma menyerahkan kenang-kenangan untuk SMAN 2 Tuban kemarin (6/1)
Lima Kandidat Doktor Unisma menyerahkan kenang-kenangan untuk SMAN 2 Tuban kemarin (6/1)

RADARTUBAN – Suasana kebersamaan dan tidak membedakan agama sangat terasa di Aula SMAN 2 Tuban kemarin (6/1).

Siswa dengan latar belakang agama berbeda duduk berdampingan dengan nyaman. 

Suasana ini tergambar dari Seminar Nasional Kandidat Doktor Mengabdi bertema Internalisasi Nilai Moderasi Beragama sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMAN 2 Tuban.

Agenda ini diselenggarakan kandidat program S-3 dari Program Kandidat Doktor Prodi Pendidikan Agama Islam Multikultural Angkatan 2024 Universitas Islam Malang (Unisma).

Mereka, antara lain, Umi Kulsum, Imam Syafi’i, Muhammad Imam Syafi’i, Muhammad Yasin, dan Drs. Samingan.

Kepada para siswa SMAN 2 Tuban, para kandidat doktor itu menularkan pemahaman tentang moderasi beragama. Karena dengan toleransi dalam bersosial, kerukunan dan keutuhan negara bisa terwujud.

Kandidat doktor Umi Kulsum dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi penguatan moderasi beragama dengan mengajak salah satu peserta seminar untuk berinteraksi. Siswa tersebut beragama Kristen dan berteman dengan siswa beragama Islam.

Saat itulah, kepala Kantor Kemenag Tuban itu menunjukkan pentingnya nilai moderasi beragama.

Dalam hubungan itu, mereka tidak ada saling bullying dan diskriminasi dalam bersosial karena para siswa memiliki jika toleransi yang sangat tinggi.

‘’Inilah bukti moderasi beragama, yakni cara pandang, sikap, praktik beragama secara moderat. Tidak ekstrem dan tidak berlebihan dalam menjalankan ajaran agama,’’ ujar Umi, panggilan akrabnya kepada peserta seminar.

Menurutnya, tujuan dari moderasi beragama adalah mencegah radikalisme dan ekstremisme atas nama agama, menumbuhkan sikap saling menghargai antarumat beragama, dan mewujudkan kerukunan umat beragama.

Tujuan berikutnya, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menunjukkan wajah agama yang rahmatan lil alamin.

Umi juga mewanti-wanti kepada pengajar SMAN 2 Tuban, khususnya guru agama agar tidak terpengaruh dengan paham radikal dan menularkannya kepada siswa.

‘’Jika itu terjadi, maka akan berpengaruh buruk. Jika sudah terpapar paham radikal, mereka akan nekat melakukan hal ekstrem sampai ke terorisme,’’ tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kandidat Doktor Mengabdi Unisma Muhammad Yasin mengatakan, program doktor mengabdi merupakan salah satu tugas yang harus dijalankan.

Dia menegaskan, tanpa kegiatan ini, maka tidak bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

‘’Dengan seminar ini, semoga semakin menguatkan moderasi beragama,’’ ujarnya.

Waka Humas SMAN 2 Tuban Rina Irawati mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan Kandidat Doktor Unisma yang diselenggarakan di SMAN 2 Tuban, sehingga bisa menularkan tentang pentingnya moderasi beragama.

Pada kesempatan tersebut, lima kandidat doktor menyerahkan kenang-kenangan piagam untuk SMAN 2 Tuban sebagai bentuk terima kasih karena telah diterima untuk melakukan program kandidat doktor mengabdi. (fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Kemenag #SMAN 2 Tuban #moderasi beragama