Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Laga Penentuan di TSC, Persatu Tuban Tantang Rekor Cleansheet Pasuruan United yang Masih Perawan

Andreyan (An) • Kamis, 8 Januari 2026 | 15:53 WIB
Persatu Tuban wajib meraih hasil aman saat menjamu Pasuruan United di laga pamungkas Grup BB.
Persatu Tuban wajib meraih hasil aman saat menjamu Pasuruan United di laga pamungkas Grup BB.

RADARTUBAN - Grup BB babak 32 besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025 mencapai detik-detik penentuan.

Jumat (9/1) sore, bukan sekadar pertandingan, melainkan simpang jalan nasib.

Di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Persatu Tuban berdiri di antara dua pilihan: mengamankan langkah sendiri atau menunggu belas kasihan hasil laga lain.

Satu hal pasti, Pasuruan United datang dengan rekor bersih yang menggoda untuk dirusak.

Baca Juga: Persatu Tuban Tekuk Nganjuk Ladang FC 2-1, Persaingan Grup BB Makin Panas

Pasuruan United: Lolos, Tapi Tak Ingin Longgar

Pasuruan United sudah mengunci tiket ke babak 16 besar. Enam poin menempatkan Laskar Santri Mbeling di puncak klasemen.

Namun status aman tak membuat mereka datang untuk sekadar formalitas.

Gawang yang dijaga Shahar Ginanjar masih perawan. Dua laga, nol kebobolan. Rekor itu menjadi harga diri yang tak ingin dikorbankan, bahkan di laga pamungkas.

Baca Juga: Gol Telat Reza Jepang Selamatkan Persatu Tuban dari Kekalahan di Laga Perdana

Persatu: Tuan Rumah dengan Beban Psikologis

Persatu Tuban belum sepenuhnya aman. Laskar Ronggolawe masih menggenggam nasib sendiri, tetapi bayang-bayang laga lain antara Triple’s Kediri kontra Nganjuk Ladang FC yang bakal berlangsung pada jam yang sama di Stadion Lokajaya membuat situasi tak sesederhana di atas kertas.

Triple’s Kediri, yang menguntit di posisi ketiga, secara realistis diunggulkan menang atas juru kunci. Jika skenario itu terjadi, tekanan mutlak berada di pundak Persatu.

Hitung-hitungan Tak Selalu Menenangkan

Secara matematis, satu poin cukup bagi Persatu. Imbang sudah aman. Namun sepak bola jarang tunduk pada kalkulator. Yang berbicara nanti adalah kondisi fisik, mental, dan kedalaman skuad.

Dan di titik inilah masalah Persatu bermula.

Persatu dipastikan tampil pincang. Lini belakang dan tengah menjadi sektor paling rawan.

Cedera dan akumulasi kartu memaksa tim kebanggaan masyarakat Tuban itu menyusun ulang komposisi terbaiknya.

Pelatih Kepala Persatu Tuban Slamet Sampurno mengonfirmasi absennya pilar-pilar utama.

“Setidaknya ada empat pemain yang akan absen,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, Kamis (8/1).

Empat Pilar Menepi, Strategi Diperas

Dua pemain, M. Kuswanto dan Rendi Setiawan, harus menepi karena cedera. Dua lainnya, Edy Winarno dan Iryanto Wandik, absen akibat akumulasi kartu kuning.

Situasi ini memaksa Slamet berpikir ekstra keras. “Kami tetap percaya pada skuad yang masih ada, siapa pun yang akan tampil besok pastinya harus bisa mengemban tugasnya di lapangan,” tutur eks pelatih Mitra Surabaya tersebut.

Meski datang dengan keterbatasan, Persatu tak kehilangan nyali. Bermain di kandang sendiri, mereka bertekad menjadikan Stadion TSC sebagai medan yang tak ramah.

Rekor cleansheet Pasuruan United menjadi sasaran simbolik—jika tembok itu runtuh, kepercayaan diri bisa berpindah tangan.

Menang Lebih Aman

Slamet sadar, hasil imbang memang cukup. Tapi cukup tak selalu aman. “Target paling aman pastinya memenangkan pertandingan,” pungkasnya.

Jumat sore, Persatu bukan hanya melawan Pasuruan United. Mereka melawan waktu, kondisi, dan kemungkinan terburuk.

Satu gol bisa mengubah segalanya—rekor runtuh, nasib berbelok, dan Stadion TSC kembali bersuara. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#persatu #piala gubernur jawa timur #TSC #cleansheet #liga 4 #Pasuruan United #Persatu Tuban