RADARTUBAN - Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tuban memastikan ketersediaan darah dalam kondisi aman setelah libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Hingga Selasa (6/1) pagi, persediaan darah tercatat stabil, sebanyak 308 kantong.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan medis di berbagai fasilitas kesehatan, sekaligus permintaan masyarakat sepanjang pekan ini.
Humas UDD PMI Tuban Sarju Effendi mengatakan, terjaganya stok darah tidak terlepas dari kegiatan donor darah massal yang dilakukan sejumlah perusahaan menjelang libur akhir tahun lalu. Kegiatan tersebut menjadi cadangan saat memasuki awal 2026.
“Ketersediaan 308 kantong per Selasa pagi ini kondisinya pas, tidak overload tidak kurang. Estimasi tambahan 20-25 kantong dari pendonor harian yang biasanya datang langsung ke kantor, jadi kami pastikan stok selama minggu ini aman,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (6/1).
Berdasarkan data UDD PMI Tuban, golongan darah O masih mendominasi persediaan dengan jumlah 126 kantong. Disusul golongan darah B (87 kantong), golongan A (61 kantong), dan golongan darah AB (34 kantong).
Meski demikian, Sarju menyebut dominasi golongan darah O tidak bersifat tetap.
Komposisi stok dapat berubah sewaktu-waktu, meski golongan darah O selama ini menjadi penyumbang terbesar secara rata-rata bulanan.
“Sejauh ini persediaan kami terkaver dengan banyaknya kegiatan donor di awal tahun ini. Rangkaian jadwal kegiatan yang ada juga menjadi persiapan kami saat memasuki bulan puasa pada Februari nanti,” ujarnya.
Sarju menjelaskan, kategori stok aman UDD PMI berada di kisaran 300 kantong darah.
Jika jumlah persediaan berada di bawah angka tersebut, maka kondisi stok dinilai mulai menipis.
“Kalaupun kantong darah berada di angka 600, maka termasuk overload,” tuturnya.
Sepanjang 2025, UDD PMI Tuban mencatat perolehan sekitar 17.000 komponen darah dari para pendonor.
Komponen tersebut meliputi whole blood (WB), sel darah merah (PRC), trombosit, dan plasma beku segar (FFP).
Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 16.500 komponen darah.
Menurut Sarju, peningkatan jumlah donasi dipengaruhi oleh bertambahnya fasilitas kesehatan.
Salah satunya RSUD Ki Ageng di Kecamatan Brondong, serta meningkatnya kesadaran masyarakat Tuban untuk melakukan donor darah.
“Kami memperkirakan masyarakat Tuban kini mulai sadar bahwa donor darah bukan sekadar untuk berbagi dengan sesama, tapi juga bermanfaat untuk kesehatan pribadi,” tandasnya.(saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama