RADARTUBAN — Relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari sekitar alun-alun ternyata bukan titik akhir.
Pemkab Tuban kini masuk tahap berikutnya: merapikan wajah lapak di Jalan Yos Sudarso agar tak lagi semrawut, sekaligus memberi harapan baru bagi roda ekonomi pedagang kecil.
Jika sebelumnya deretan PKL identik dengan terpal biru dan payung warna-warni, tahun ini tampilan tersebut akan berubah.
Lapak-lapak pedagang bakal diseragamkan, ditata lebih tertib, dan dibuat enak dipandang.
Ketua Tim Penertiban PKL dan Penataan Ruang Publik Sutaji menyebut, penataan kawasan Yos Sudarso terus dikawal agar aktivitas jual beli tetap berjalan seperti saat pedagang masih berada di sekitar alun-alun.
“Upaya yang kami lakukan bukan hanya memindahkan, tapi memastikan ekonomi pedagang tetap hidup,” ujarnya.
Salah satu strategi yang ditempuh adalah pelatihan pedagang serta pengaturan jalur peziarah Sunan Bonang agar melintasi Jalan Yos Sudarso. Targetnya jelas: arus orang lewat berubah menjadi arus pembeli.
Bank dan Baznas Ikut Dilibatkan
Sejak Desember lalu, komunikasi dengan pihak perbankan dan Badan Amil Zakat Nasional sudah dilakukan.
Skemanya, bantuan tenda disiapkan untuk pedagang, sekaligus menjadi pintu masuk penyeragaman desain lapak.
“Nanti lapaknya juga akan diseragamkan, dan ini sudah kami komunikasikan,” kata Sutaji.
Harapannya sederhana tapi strategis: kawasan lebih rapi, lebih bersih, dan memberi kesan nyaman bagi siapa pun yang datang.
Bukan Hanya Peziarah, Warga Umum Diincar
Penataan visual diyakini bukan sekadar urusan estetika. Sutaji menilai, tampilan yang baik akan menarik minat masyarakat umum, bukan hanya peziarah Sunan Bonang.
“Kalau tampilan baik, pasti selain peziarah, masyarakat biasa juga tertarik datang membeli jajan,” ujarnya.
Artinya, kawasan Yos Sudarso diproyeksikan bukan sekadar jalur lewat, melainkan ruang ekonomi baru yang hidup.
Baca Juga: Trotoar Diserobot Lapak PKL, Hak Pejalan Kaki di Tuban Tergerus. Kapan Ditertibkan?
Lapak Diminta Mundur, Jalan Dibuat Lebih Lega
Selain tenda, jarak lapak dengan badan jalan juga akan ditertibkan. Selama ini, masih ada pedagang yang terlalu menjorok ke tengah jalan. Ke depan, mereka diminta lebih mundur agar ruang lalu lintas lebih lapang.
“Kalau jalan lebih lebar, saat pembeli ramai tentu lebih enak,” kata Sutaji.
Penataan ini juga berdampak ganda: kawasan Wisata Boom kembali terlihat dari Jalan Panglima Sudirman, tak lagi tertutup barisan tenda.
Janji Agar Pedagang Tak Kehilangan Nafas Ekonomi
Bagi Pemkab Tuban, penataan ini bukan sekadar urusan wajah kota. Ada komitmen agar PKL yang direlokasi benar-benar merasakan manfaat, bukan justru kehilangan penghasilan.
“Ini komitmen pemerintah agar penataan yang dilakukan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pedagang,” tegas mantan Camat Bancar itu.
Dari terpal biru menuju tenda seragam, dari kesemrawutan menuju keteraturan—Yos Sudarso sedang diarahkan menjadi etalase baru kota, tanpa mematikan denyut ekonomi rakyat kecil. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni