Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ironi JLS Tuban: Dari Jalan Lingkar Menjadi Jalan Lubang Selatan, Warga Sebut Mirip Kolam

Ahmad Atho’illah • Rabu, 14 Januari 2026 | 16:05 WIB
Kondisi kerusakan jalan lingkar selatan yang begitu parah hingga membentuk kubangan seperti kolam, kemarin (13/1).
Kondisi kerusakan jalan lingkar selatan yang begitu parah hingga membentuk kubangan seperti kolam, kemarin (13/1).

RADARTUBAN – Ironi menyelimuti Jalan Lingkar Selatan (JLS) Tuban. Meski belum lama diperbaiki, jalur vital ini sudah kembali babak belur.

Saking parahnya kerusakan yang terjadi, masyarakat mulai melontarkan sindiran pedas dengan memplesetkan singkatan JLS menjadi Jalan “Lubang” Selatan.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban, titik kerusakan tersebar merata dari ujung timur hingga barat.

Skalanya bervariasi, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga kerusakan total yang membuat aspal tak lagi berbentuk.

Salah satu titik terparah berada di Desa Sugiharjo, Kecamatan Tuban. Di sana, jalanan tampak hancur lebur.

Lubang-lubang besar yang menganga lebar kini telah berubah menyerupai kolam kubangan air.

Baca Juga: Meski Belum Rampung, Pemkab Tuban Suntik Lagi Rp 14,3 Miliar untuk Perbaikan JLS

Warsono, warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut, mengungkapkan bahwa kerusakan di beberapa titik telah terjadi selama kurang lebih sebulan.

Kondisi ini kian memburuk dalam sepekan terakhir akibat guyuran hujan deras yang melanda Bumi Ronggolawe.

‘’Saking parahnya, jangankan kendaraan roda dua, truk besar sekalipun jika melaju dengan kecepatan tinggi, lalu tiba-tiba njeglong, kalau tidak velg atau as-nya yang patah, pasti celaka,’’ tuturnya memperingatkan.

Menurutnya, bahaya mengintai lebih tajam saat malam hari karena minimnya jarak pandang terhadap lubang. Situasi semakin pelik saat hujan turun, di mana air menutupi kedalaman lubang.

‘’Apalagi saat hujan, sangat sulit membedakan mana jalan berlubang dan mana jalan yang hanya tergenang air. Kalau tidak biasa lewat sini, mending lewat jalan kota saja,’’ saran Warsono.

Dia juga menambahkan sindiran keras, ‘’Jadinya, bukan lagi jalan lingkar selatan, tapi jalan lubang selatan.’’

Kekhawatiran senada diungkapkan Munandar, seorang sopir truk. 

Dia mengaku lelah harus bertarung dengan kondisi jalur ring road tersebut.

‘’Lewat sini benar-benar harus menyiapkan mental. Lengah sitik (sedikit) bisa celaka,’’ keluhnya seraya berharap pemerintah segera turun tangan.

Merespons keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Tuban, Agung Supriyadi, memastikan perbaikan JLS akan berlanjut tahun ini. Proyek tersebut telah masuk dalam skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Agung menyebutkan, berdasarkan pembahasan bersama DPRD Tuban, pemerintah telah menyiapkan dana segar sekitar Rp 6 miliar untuk memoles kembali jalan tersebut agar layak dilalui. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #kolam #lubang #JLS