RADARTUBAN – Masyarakat di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Kabupaten Tuban tampaknya harus mulai meningkatkan kewaspadaannya.
Itu seiring merangkaknya tinggi muka air (TMA) sungai tersebut mulai kemarin (16/1).
Kendati belum memasuki level siaga merah, prediksi cuaca buruk masih mengintai wilayah Bumi Ronggolawe. Terutama bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu dalam sepekan ke depan.
Berdasar laporan pengamatan Pos Pantau Bojonegoro, Jumat (16/1) pukul 15.00, TMA Bengawan Solo mencatat angka 11.51 meter.
Angka tersebut mendekati level siaga hijau.
Kondisi hampir serupa terjadi di Pos Pantau Babat. TMA tercatat 6.98 meter mendekati level siaga hijau.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji menyampaikan, kendati tidak mengalami kenaikan yang signifikan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Jajarannya, lanjut dia, juga mengintensifkan pemantauan setiap waktu guna mengantisipasi potensi bencana alam yang datang di awal tahun ini.
‘’Cuaca dalam beberapa hari terakhir dan beberapa hari ke depan juga sangat berpengaruh terhadap penambahan volume air,’’ jelasnya.
Mantan Camat Grabagan itu mengatakan, penambahan volume air Sungai Bengawan Solo wilayah hilir juga dipengaruhi cuaca di wilayah hulu sungai.
‘’Saat ini kami juga terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai wilayah hulu,’’ tandasnya.(an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama