RADARTUBAN – Jalan Merakurak–Jenu kembali mengalami kerusakan di sejumlah titik yang sama seperti tahun lalu. Kerusakan berupa lubang besar muncul lagi, meski sebelumnya sempat ditambal.
Pada tahun lalu, beberapa titik di ruas jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Tahun ini, kondisi serupa terulang di lokasi yang sama.
Kerusakan jalan semakin parah setelah Jembatan Jenggolo di Kecamatan Jenu dibongkar untuk perbaikan.
Akibat pembongkaran itu, kendaraan besar milik PT Sumber Aneka Gas (SAG) tidak bisa langsung menuju jalur pantai utara dan harus memutar melalui jalur Merakurak–Tuban, lalu melewati ruas Merakurak–Jenu.
Akibatnya, ruas jalan dari pertigaan Pasar Merakurak hingga depan area PT Sumber Aneka Gas yang sebelumnya telah ditambal kembali rusak.
Kerusakan semakin parah setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur. Lubang-lubang di jalan tergenang air dan membahayakan pengguna.
Andik Prasetyo, salah satu pengguna jalan, mengatakan, kondisi jalan tersebut sangat berbahaya, terutama setelah hujan.
Lubang yang tertutup genangan air sulit terlihat.
“Kalau tidak hati-hati bisa saja terperosok di lubang tersebut. Apalagi kalau sudah malam kalau tidak hati-hati bisa saja menyebabkan laka lantas,” ujarnya.
Andik berharap jalan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dan juga PT SAG yang kendaraan besarnya sering melintas siang dan malam.
“Harapannya jangan tambal sulam saja, kalau bisa dibangun baru dan rigid beton,” pintanya.
Menurut pria asal salah satu desa di Kecamatan Merakurak itu, jika perbaikan hanya dilakukan dengan tambal sulam, kerusakan akan terus berulang setiap tahun.
Dia menilai lebih baik dilakukan perbaikan menyeluruh agar jalan bisa bertahan lama.
“Nanti diaturlah baiknya seperti apa jalan itu agar lebih baik,” sarannya.
Pengguna jalan lainnya, Sudarto, menambahkan, jalan Merakurak–Jenu seperti tidak pernah dalam kondisi baik karena hampir setiap tahun rusak.
“Ini membahayakan pengguna jalan, seharusnya segera ada perbaikan,” imbuhnya. Dia juga menyarankan kualitas jalan ditingkatkan agar kerusakan tidak terus berulang.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPR PRKP) Tuban Agung Supriyadi belum merespons materi konfirmasi yang dikirim Jawa Pos Radar Tuban melalui nomor WhatsApp-nya. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama