Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Becak Kembali Mangkal di Depan Museum Kambang Putih, Pemkab Tuban Evaluasi Penataan

M. Mahfudz Muntaha • Rabu, 21 Januari 2026 | 07:35 WIB
MASIH BANDEL: Becak kembali mangkal di depan Museum Kabang Putih setelah sebelumnya direlokasi ke Parkir Wisata Kebonsari.
MASIH BANDEL: Becak kembali mangkal di depan Museum Kabang Putih setelah sebelumnya direlokasi ke Parkir Wisata Kebonsari.

RADARTUBAN – Upaya Pemkab Tuban menata becak pengangkut wisata rohani belum menunjukkan hasil optimal.

Selama tiga bulan berjalan, becak yang seharusnya direlokasi dari depan Museum Kambang Putih Tuban ke Parkir Wisata Kebonsari justru kembali mangkal di lokasi lama.

Sempat dilakukan penertiban oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) bersama Satpol PP dan Damkar, area depan museum sempat steril dari becak.

Namun, kondisi itu tidak bertahan lama. Saat ini, para pengayuh becak kembali mangkal, bahkan ketika petugas berada di lokasi.

Kepala DLHP Tuban Anthon Tri Laksono mengatakan, pihaknya terus berupaya agar kesepakatan penataan dijalankan.

Petugas DLHP secara rutin menemui para pengayuh becak untuk meminta mereka pindah ke lokasi yang telah ditentukan dan tidak kembali ke depan museum.

“Petugas kami terus melakukan upaya itu,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Menurut Anthon, evaluasi terhadap pola penataan becak masih terus dilakukan agar hasilnya lebih baik.

Ketua Paguyuban Becak Wisata Kebonsari Kiswanto menyampaikan, persoalan anggotanya yang kembali mangkal di depan museum masih dalam pembahasan internal.

“Nanti hasilnya akan kami sampaikan,” katanya.

Penataan yang belum efektif ini berdampak pada angkutan umum lain. Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Tuban M. Ihsan Hadi mengatakan, banyak becak yang kembali mengantar peziarah dari makam Sunan Bonang ke Parkir Wisata Kebonsari. Padahal, jalur tersebut seharusnya dilayani kendaraan shuttle.

Akibatnya, sopir angkutan umum kehilangan penumpang. Selama sekitar dua bulan terakhir, peziarah yang seharusnya menggunakan shuttle justru beralih ke moda lain.

Karena pemasukan menurun, sebagian sopir angkutan umum memilih kembali mangkal di area parkir Makam Tundung Mungsuh untuk mengangkut peziarah.

“Jadi teman-teman sementara ini pindah dulu sambil menunggu evaluasi dan kebijakan baru dari pemerintah daerah,” ujar Ihsan.

Dia menambahkan, pihaknya tidak bisa melarang para sopir mencari penghasilan. Namun, mereka siap mengikuti kebijakan baru apabila sudah ditetapkan.

“Tapi sudah saya pastikan jika nanti ada kebijakan baru mereka siap untuk mematuhi,” katanya.(fud/ds) 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #DLHP #Museum Kambang Putih #Pemkab Tuban #Parkir Wisata Kebonsari #becak #peziarah