RADARTUBAN- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tuban menargetkan perekaman bio visa calon jemaah haji (CJH) rampung pada akhir Januari.
Langkah ini dilakukan karena masih sekitar 100 jemaah yang belum menjalani perekaman biometrik sejak proses dimulai pada Oktober lalu.
Perekaman biometrik meliputi sidik jari dan foto wajah jemaah. Dari total 1.414 calon jemaah haji reguler yang terdiri atas jemaah sesuai urut porsi, lansia, dan pendampingan, sebagian besar telah selesai menjalani proses tersebut.
Saat ini tinggal menyisakan seratusan jemaah, ditambah jemaah cadangan yang mulai masuk tahap perekaman.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kemenhaj Tuban Abd Ghofur mengatakan, percepatan perekaman dilakukan karena batas waktu pengajuan visa semakin dekat.
“Tuban menargetkan akhir Januari rampung,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Dia menjelaskan, berdasarkan jadwal dari Kemenhaj, pengajuan visa terakhir pada 8 Februari. Karena pada 9 Februari sampai 20 Maret sudah mulai proses penerbitan visa. Pemberangkatan kloter pertama gelombang pertama dijadwalkan 21 Maret.
Untuk mengejar target tersebut, lanjut Ghofur, Kemenhaj Tuban bekerja sama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar jemaah yang belum melakukan perekaman segera mengajukan.
"Petugas di kantor Kemenhaj kita siagakan setiap hari untuk melayani perekaman,” tutur pria asal Kecamatan Turi, Lamongan itu.
Ghofur menambahkan, beberapa KBIHU sudah dapat melakukan perekaman secara mandiri. Itu karena sistem biometrik dilakukan secara online.
Meski demikian, banyak jemaah tetap memilih datang langsung ke kantor Kemenhaj.
Selain perekaman biometrik, kata dia, petugas juga memastikan kelengkapan dan kesesuaian dokumen jemaah. Salah satunya data pada paspor dicocokkan dengan KTP agar tidak terjadi kesalahan saat pengajuan visa. Jika seluruh data dinyatakan sesuai, berkas langsung diajukan untuk proses penerbitan visa. (fud/ds)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni