Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dokter Spesialis Turut Dimutasi, Gerbong Mutasi Massal di RSUD Koesma Mencapai 82 Orang

Ahmad Atho’illah • Rabu, 21 Januari 2026 | 18:32 WIB
Ilustrasi Dokter
Ilustrasi Dokter

RADARTUBAN – Diam-diam mutasi pegawai negeri sipil (PNS) di RSUD dr. R. Koesma Tuban ternyata masih berlanjut.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pegawai baru menerima surat pemindahan tugas. Salah satunya adalah dokter sepesialis kebidanan dan kandungan, dr. Ahmad Syaifuddin Zuhri yang dimutasi ke RSUD Ali Mansyur Jatirogo.

Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, total pegawai RSUD yang dimutasi sebanyak 81 orang. Menyasar hampir semua lapisan pelayanan. Dari perawat pelaksana, penyelia, ahli, tenaga teknis umum, hingga dokter spesialis.

"Untuk yang berstatus perawat kurang lebih 64 orang (yang dimutasi, Red),’’ kata sumber internal RSUD kepada wartawan Jawa Pos Radar Tuban.

Dengan dalih efisiensi, gerbong mutasi kali ini seakan menandaskan bahwa kapasitas fiskal rumah sakit daerah di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo ini sedang tidak baik-baik saja.

Pasalnya, mutasi massal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Dan, terlebih lagi pergeseran pegawai dengan keahlian khusus ini terjadi di tengah pelayanan yang masih dikeluhkan masyarakat menyusul minimnya jumlah dokter sepesialis.

"Kebijakan ini (mutasi massal dengan dalih efisiensi, tapi di sisi lain masih kekurangan pegawai, Red) sulit dicerna,’’ ujar sumber.

Lantaran sulit dicerna itulah, terang sumber, mutasi besar-besaran ini seperti keputusan gambling. Di sisi lain bertujuan melakukan efisiensi, namun sisi lain mempertaruhkan pelayanan terhadap pasien.

"Sekarang saja sudah mulai keteteran, karena banyak perawat senior dan ahli yang dimutasi,’’ kata dia yang mengkhawatir keputusan mutasi massal berakibat lebih fatal.

"Dan, ketika itu yang terjadi (keputusan berakibat fatal, Red), yang dirugikan adalah pasien,’’ tandasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban, drg. Heni Purnomo Wati membenarkan ihwal mutasi pegawai yang masih bertambah tersebut. Bahkan, lebih banyak dari informasi yang diterima wartawan koran ini. "(Ada, Red) 82 orang,’’ katanya.

Heni—sapaan akrabnya—juga membenarkan kebijakan mutasi yang menyasar dokter spesialis tersebut. Meski demikian, dia menegaskan bahwa keputusan pemindahan tugas ini tidak memengaruhi pelayanan terhadap pasien.

Sebagai solusi meng-handle tugas pegawai yang dimutasi, manajemen RSUD langsung melakukan rolling atau pergeseran tugas.

"Alhamdulillah sudah langsung kami rolling internal,’’ ujarnya. Dia juga optimistis tidak berpengaruh terhadap pelayanan rumah sakit.

Mutasi dokter spesialis ini menambah panjang daftar dokter spesialis yang lepas dari RSUD Koesma. Sebelumnya, pada awal Januari lalu, dr. Fani Suslina, Sp. JP, salah satu dokter spesialis jantung mengajukan surat pengunduran diri.

Sumber terpercaya wartawan koran ini mengatakan, surat pengunduran diri yang bersangkutan tercatat sejak 1 Januari 2026.

Namun, yang bersangkutan diminta bertahan hingga Februari sambil menunggu kepulangan dr. Hariman Kristian, Sp.JP., yang saat ini masih menempuh program pendidikan di China.(tok)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #dokter spesialis #Mutasi Massal #RSUD dr R Koesma Tuban #Mutasi Pegawai Negeri Sipil #efisiensi #PNS